Laporkan Masalah

PENGARUH KONSELING FARMASIS TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT SERTA HASIL TERAPI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS

NADIA HUSNA, Dr.Tri Murti Andayani.,Sp.FRS.,Apt;Dr.Chairun Wiedyaningsih,M.Kes.,M.App.Sc.,Apt

2017 | Tesis | S2 Magister Farmasi Klinik

Konseling merupakan suatu bentuk intervensi farmasis dalam penggunaan obat terbukti dapat meningkatkan kepatuhan penggunaan obat serta mengoptimalkan hasil terapi pasien. Intervensi konseling penting dilakukan pada penyakit kronis salah satunya diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling farmasis terhadap tingkat kepatuhan penggunaan obat serta hasil terapi, melihat hubungan kepatuhan terhadap hasil terapi, melihat hubungan kondisi sosiodemografi terhadap tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bambanglipuro dan Puskesmas Pundong selama Agustus 2016 - November 2016. Penelitian diikuti oleh 75 pasien kelompok kontrol dan 75 pasien kelompok intervensi. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan pre-tes post-tes dengan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan cara consecutive sampling. Pengukuran tingkat kepatuhan menggunakan kuisioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Hasil terapi yang dinilai berupa perubahan Gula Darah Puasa (GDP). Uji Wilcoxon dan Uji Mann-Whitney digunakan untuk melihat pengaruh konseling farmasis terhadap kepatuhan penggunaan obat . Uji t-tidak berpasangan dan uji t berpasangan digunakan untuk melihat pengaruh konseling farmasis terhadap hasil terapi. Karakteristik pasien didominasi umur diatas 45 tahun serta tingkat pendidikan rendah dan menengah (SD,SMP,dan SMA). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian konseling farmasis terhadap tingkat kepatuhan penggunaan obat serta hasil terapi pasien DM tipe 2 di puskesmas, terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan dan hasil terapi, serta terdapat hubungan antara sosiodemografi yaitu umur dan tingkat kepatuhan dengan nilai p<0,05. Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, konseling, kepatuhan, hasil terapi, puskesmas.

Counseling is a form of pharmacist's intervention in using medication has proven can improve the adherence in taking medication and optimizing patient's goal therapy. Counseling intervention is an important thing in chronic disease as diabetes mellitus. The aim of this study is to determine the effect of pharmacist's counseling to medication adherence level and therapeutic outcome, to determine the correlation between medication adherence and therapeutic outcome, to determine the correlation between sociodemographic and medication adherence level of type 2 diabetes mellitus patient's in puskesmas. This study was taken place at Puskesmas Bambanglipuro and Puskesmas Pundong from August to November 2016. This study followed by 75 control group patient and 75 intervention group. Study design was quasi experimental with pretest posttest design with control group. Sample was taken by consecutive sampling technique. The measurement of adherence level was using Morisky Medication Adherence Scale questionnaire (MMAS-8). Therapeutic outcome was rated by fasting blood glucose alteration. Wilcoxon and Mann-Whitney test was using to determine the effect of pharmacist's counseling to medication adherence. Unpaired t-test and pasired t-test was using to determine the effect of pharmacist's counseling to therapeutic outcome. Patient's characteristic was dominated by age of above 45 years, low and medium level of education (SD,SMP,SMA). The analysis result showed that there was an effect of pharmacist's counseling to medication adherence level and therapeutic outcome of type 2 diabetes mellitus patient in puskesmas, there was a correlation between medication adherence level and therapeutic outcome, and there was a correlation between sociodemographic that was age and medication adherence level with p value< 0,05. Keyword: type 2 diabetes mellitus, counseling, adherence, therapeutic outcome,puskesmas.

Kata Kunci : diabetes melitus tipe 2, konseling, kepatuhan, hasil terapi, puskesmas.

  1. S2-2017-387492-abstract.pdf  
  2. S2-2017-387492-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-387492-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-387492-title.pdf