Laporkan Masalah

HUBUNGAN KADAR ESTRADIOL DALAM SERUM DENGAN KEJADIAN KANDIDIASIS VULVOVAGINAL (KAJIAN PADA WANITA PEKERJA SEKS DI KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH)

DIKKY PRAWIRATAMA, Dr. dr. Satiti Retno Pudjiati, Sp.KK(K).; dr. Agnes Sri Siswati, Sp.KK(K).

2017 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN

Latar Belakang: Kandidiasis vulvovaginal (KVV) ialah infeksi Candida sp. yang mengenai mukosa vagina dan vulva. Frekuensi KVV di Indonesia cukup tinggi dan semakin meningkat tiap tahunnya. Faktor risiko yang berperan dalam kandidiasis vulvovaginal adalah diabetes melitus, kehamilan dan alat kontrasespi, usia, penggunaan antibiotik, kondisi imunosupresi, siklus menstruasi, perilaku seksual, dan kadar estradiol serum yang tinggi. Wanita Pekerja Seks merupakan kelompok masyarakat yang rentan terhadap kejadian KVV. Tujuan: untuk mengetahui apakah kadar estradiol dalam serum yang tinggi merupakan faktor risiko KVV pada WPS dan untuk menentukan cut off point kadar estradiol dalam serum WPS yang berisiko terjadi KVV. Metode: Penelitian kasus kontrol dengan subjek WPS yang menderita KVV dan tanpa KVV, pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Penentuan diagnosis KVV berdasarkan pada pengecatan Gram diskar vagina. Kadar estradiol darah diperiksa pada fase ovulasi antara pukul 06.00-09.00 pagi dengan menggunakan metode ELISA. Perbandingan kadar estradiol serum kelompok KVV dan kelompok kontrol dianalisis dengan uji chi square . Variabel perancu diuji dengan analisis multivariat regresi logistik. Hasil: Jumlah subyek penelitian sebanyak 70 orang, terdiri atas 35 kasus dan 35 kontrol. Cut off point kadar estradiol dalam serum yang berisiko dihitung dengan menggunakan median adalah 111,25 pg/ml. Kadar estradiol dalam serum 111,25 pg/ml berisiko 60,06 kali lebih tinggi untuk terjadi KVV pada WPS (p=0,000; OR=60,06; 95% CI=13,774-261,907). Jumlah partner seksual dalam 1 minggu terakhir, frekuensi berhubungan seks selama 1 minggu terakhir, usia dan indeks masa tubuh bukan merupakan faktor risiko KVV pada WPS. Kesimpulan: Kadar estradiol dalam serum 111,25 pg/ml berisiko 60,06 kali lebih tinggi untuk terjadi KVV.

Background: Candidiasis Vulvovaginal (CVV) is a candida infection affecting the mucosa of the vagina and vulva. Frequency of CVV in Indonesia is quite high and keep on increasing each year. The risk factors that play a role in vulvovaginal candidiasis is diabetes mellitus, pregnancy and contraceptive usage, age, use of antibiotics, immunosuppressive conditions, the menstrual cycle, sexual behavior, and high estradiol serum levels. Female Sex Workers (FSW) are the ones vulnerable to CVV. Objectives: To investigate whether high serum estradiol level is a risk factor of CVV in the FSW and to determine the cut-off point of serum estradiol levels in FSW which has a risk of CVV. Methods: Case control study with FSW subjects suffering CVV and without CVV, sampling was conducted in consecutive sampling. Diagnosis of CVV was based on vaginal discharge Gram staining. Serum estradiol levels were measured at ovulation phase between 6:00 to 09:00 oclock in the morning by using ELISA method. Comparison of serum estradiol levels in CVV group and the control group were analyzed by chi-square test (t2). Confounding variables were tested with logistic regression multivariate analysis. Results: The number of research subject was 70 FSW, consisting of 35 cases and 35 controls. The cut-off points of serum estradiol levels at risk for CVV based on median was 111.25 pg/ml. Serum estradiol 111,25 pg/ml was 60,06 times at risk to develop CVV in FSW group (p=0.000; OR=60.06; 95% CI=13.774 to 261.907). The number of sexual partners in the past one week, the frequency of sexual intercourse in the past one week, age and body mass index were not statistically significant risk factor for the occurrence of CVV in FSW group. Conclusion: Serum estradiol >=111,25 pg/ml was 60,06 times at risk to develop CVV.

Kata Kunci : estradiol, kandidiasis vulvovaginal, wanita pekerja seks, estradiol, candidiasis vulvovaginal, female sexual workers


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.