PENGARUH PEMBERIAN TABURIA DAN TELUR TERHADAP STATUS ANEMIA , KEJADIAN PENYAKIT ISPA, DAN DIARE PADA BALITA PENDEK USIA 24-48 BULAN DI KABUPATEN SLEMAN
NADIA CHALIDA NUR, Dr. Toto Sudargo, SKM, M.Kes ; Dr. rer.nat. dr. BJ. Istiti Kandarina
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Salah satu program pemerintah dalam menanggulangi gizi kurang adalah dengan pemberian suplementasi zat gizi mikro berupa serbuk yaitu taburia. Suplementasi zat gizi mikro akan lebih baik jika dikombinasikan dengan zat gizi makro, seperti protein. Salah satu sumber protein yang paling sering dijumpai adalah telur.Pendekatan yang dilakukan adalah mengurangi inhibitor dan memperbaiki bioavailabilitas, serta meningkatkan konsumsi makanan yang bersumber dari hewan. Tujuan : Mengetahui perbedaan pengaruh antara suplementasi taburia dan telur terhadap kejadian penyakit infeksi dan status besi pada balita pendek Metode : Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan rancangan randomized cross over design. Subyek penelitian adalah 39 balita pendek usia 24-48 bulan. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian taburia dan pemberian taburia beserta telur pada kelompok yang berbeda kemudian dikenai perlakuan yang berbeda dari perlakuan awal secara bergantian (crossover) selama dua bulan dengan periode satu bulan washout. Hasil : rerata perubahan kadar hemoglobin balita pada kelompok taburia lebih baik jika dibandingkan dengan kelompok taburia dan telur (perbedaan rerata 0,4g/dL CI95% -0,21-1,03). Pemberian taburia+telur bermakna dalam menurunkan kejadian ISPA kurang dari tiga kali setahun (CI 95% -0,97-(-0,279)). Pemberian taburia maupun taburia+telur bermakna dalam menurunkan kejadian diare kurang dari tiga kali sehari (CI 95% -0,464-0,03). Kesimpulan : Pemberian taburia efektif meningkatkan kadar hemoglobin balita dan taburia+telur dapat menurunkan kejadian ISPA dan diare pada balita pendek. Faktor yang berhubungan dengan status besi, kejadian ISPA, dan diare adalah pola asuh, kesehatan lingkungan dan asupan zat gizi.
Background: One of the programs the government in tackling malnutrition is supplementation of micronutrients powder. Micronutrients supplementation would be better if combined with macro-nutrients, such as protein. One source of the most common protein is the egg. The approach taken is to reduce inhibitor and improve bioavailability and increase the consumption of food derived from animals. Objective: To determine the effect of the difference between taburia and eggs supplementation on the incidence of infectious disease and anemia status in stunted children Methods: This study used a quasi experimental design with randomized cross-over design. Subjects were 39 stunted children aged 24-48 months. Treatments were taburia and taburia along with eggs in different groups then subjected to different treatment from the pretreatment alternately (crossover) for two months with a washout period for one month. Results: The mean change in hemoglobin levels on taburia group is better than the taburia+eggs group (mean difference 0,4g / dL CI95% -0,21-1,03). Taburia + eggs significant in lowering the incidence of ARI less than three times a year (95% CI -0.97 - (- 0.279)). taburia and taburia + eggs significant in lowering the incidence of diarrhea less than three times a day (95% CI -0,464-0,03). Conclusion: Taburia effectively increase hemoglobin levels and taburia + eggs can reduce the incidence of ARI and diarrhea in stunted children. Factors associated with iron status, the incidence of respiratory infections, and diarrhea are parenting, environmental health and nutrient intake.
Kata Kunci : Taburia, Taburia+Telur, Status Anemia, ISPA, Diare, Balita Pendek