PEMETAAN POTENSI BIOMASSA DAN KARBON DI RUANG TERBUKA HIJAU KABUPATEN SLEMAN
CANDRA FEBRIANTORO, Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto,; M.Agr.Sc.Dr. Emma Soraya, S.Hut., M.For
2017 | Skripsi | S1 KEHUTANANTantangan dalam pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP) yang seringkali dihadapi oleh kabupaten/ kota adalah meningkatnya konversi lahan, kurangnya regulasi dan penegakan hukum di kawasan RTHKP, belum adanya perencaan RTHKP dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan RTHKP. RTHKP di kawasan perkotaan Kabupaten Sleman dapat menurunkan kadar gas korbondioksida (CO2) dan karbonmonoksida (CO) yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi tanaman penyusun RTHKP dalam menyerap karbon tersebut. Vegetasi penyusun RTHKP yang diunggulkan adalah kemampuannya melakukan aktifitas fotosintesis, yaitu proses metabolisme yang menyerap gas CO2, lalu membentuk gas oksigen. RTHKP selain mampu mengatasi gas berbahaya dari kendaraan bermotor, sekaligus menambah suplai oksigen yang diperlukan manusia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2016 di RTHKP Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pada kawasan penelitian terdapat sepuluh kecamatan yaitu Depok, Mlati, Gamping, Godean, Sleman, Berbah, Ngaglik, Kalasan, Seyegan dan Ngemplak dengan luas total RTHKP 3.707,73 Ha. Metode analisis yang digunakan yaitu metode purposive sampling dan non destruktif sampling model allometrik menurut Brown and Lungo Tahun 1984. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh kecamatan di Kabupaten Sleman, potensi biomassa dan karbon tertinggi terdapat di desa Caturtunggal, kecamatan Depok yakni sebesar 540,2067417 Ton/Ha dan 270,1033709 Ton/Ha sedangkan potensi biomassa dan karbon terendah terjadi di desa Maguwoharjo, Depok yakni sebesar 54,64387292 Ton/Ha dan 27,32193646 Ton/Ha. Untuk memeratakan luasan dan ditribusi RTHKP di Kabupaten Sleman perlu peran serta pemerintah dalam pembangunan RTHKP publik maupun privat yakni penambahan luasan RTH di kecamatan yang tergolong masih rendah seperti Kecamatan Sleman, Godean, Seyegan dan Mlati. Jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan akan RTH semakin tinggi agar terpenuhi hak untuk memperoleh kebutuhan RTH yakni 9 meter persegi per penduduk.
Challenges in the management of Urban Green Open Space (RTHKP) often faced by the regency/ city is increasing land conversion, the lack of regulation and enforcement in the area of green space, lack of green space planning and the lack of community participation in the management of RTHKP. Green space in urban areas can reduce the levels Sleman carbon dioxide (CO2) and carbon monoxide (CO) produced by motor vehicles. Therefore, this study was conducted to determine the vegetation of RTHKP to absorb this carbon. One of the vegetation constituent that featured for RTHKP is the ability to perform photosynthesis activity, namely the metabolic processes that absorb CO2, and then produce oxygen. RTHKP addition to being able to overcome harmful carbon from motor vehicles, as well increase the supply of oxygen required for humankind. This study was conducted in August - September 2016 in RTHKP Sleman regency, Yogyakarta. There were ten districts of the study area namely Depok, Mlati, Gamping, Godean, Sleman, Berbah, Ngaglik, Kalasan, Seyegan and Ngemplak with the total area of RTHKP was 3.707,73 Ha. The analytical method used was purposive sampling and non destructive sampling allometric models according from Brown and Lungo in 1984. The results showed that from the ten districts in Sleman regency, the highest potential of biomass and carbon is located in District Sleman which amounted 337,906 Ton /Ha and 168,953 Ton/Ha, while the lowest potential of biomass and carbon in District Godean which is equal to 77,680 Ton / Ha and 38,840 Ton / Ha. To equalize the extent and distribution of RTHKP in Sleman regency need government participation in the construction of public and private green space that is the addition of green space area in the district that are categorized as low in Sleman regency, Godean, Seyegan and Mlati. The amount of population resulting the higher demand for green space that met the needs RTH right to acquire 9 square meters per resident
Kata Kunci : RTHKP, Pemetaan, Potensi Biomasa dan Karbon;RTHKP, Mapping, Biomass and Carbon