Hubungan Rendahnya Kadar HDL-C dengan Depresi pada Lansia di Magelang
YASMIN, Dr. dr. Carla Raymondalexas Marchira, Sp.KJ(K); dr. Irwan Supriyanto, Ph.D
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Depresi pada lansia sering kali tidak terdiagnosis karena muncul dengan gejala yang bervariasi. Lansia yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular menjadi lebih rentan untuk mengalami depresi dibandingkan yang tidak. Kolesterol HDL merupakan salah satu jenis kolesterol yang diperkirakan berhubungan dengan depresi pada lansia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara rendahnya kadar HDL dengan depresi pada lansia. Metodologi: Analisis observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan uji chi square. Range normal kadar HDL mengacu pada NCEP ATP III termodifikasi untuk etnik Asia, dan depresi dinilai dengan Geriatric Depression Scale. Hasil: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara rendahnya kadar HDL- C terhadap depresi pada lansia. Faktor demografis juga tidak berhubungan terhadap depresi. Hasil ini berbeda dari beberapa penelitian lain yang telah dilakukan. Hal ini diperkirakan akibat keterbatasan penelitian, yaitu sampel yang kurang mewakili populasi, jumlah sampel yang kurang banyak, serta metode pengambilan data yang dilakukan satu kali. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara rendahnya kadar HDL-C dengan depresi pada lansia di RSJ Prof. Dr. Soerojo magelang, yang diperkirakan akibat dari keterbatasan penelitian yang dilakukan.
Background: Depression in elderly is often undiagnosed because of the various symptoms. Elderly who has cardiovascular disease is more prone to have depression compared to the one who doesn’t. HDL Cholesterol is one of the cholesterol that is predicted to associate with depression in elderly. Objective: To know the association of low score of HDL and depression in elderly Methods: Observational analytic with cross sectional approach and chi square test. HDL normal range is based on NCEP ATP III modified for Asian ethnic and depression is measured with Geriatric Depression Scale. Results: The low score of HDL is not associated significantly with depression in elderly. Demographic factors are also not associated with depression in elderly. This result is different with some other research. It was possibly regard to the study limitation, which are samples that don’t represent population, the amount of sample that is not enough, and the sampling method that taken in only one time. Conclusion: There is no associated between the low score of HDL and depression in elderly in RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, which is possibly because of the study limitation.
Kata Kunci : HDL, Depresi, Lansia