Laporkan Masalah

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL PADA KESIAPAN BERUBAH STUDI PADA BANK BRI KANTOR WILAYAH YOGYAKARTA

PUTRI OKTOVITA SARI, Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Manajemen

Kepemimpinan transformasional dan komitmen organisasional merupakan faktor penting untuk mendukung kesiapan berubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kepemimpinan transformasional, komitmen afektif, komitmen kontinuans, dan komitmen normatif pada kesiapan berubah. Kepemimpinan transformasional memberikan kontribusi untuk mengubah komitmen karyawan dan mendorong partisipasi karyawan dalam kesiapan berubah. Penelitian ini untuk mengevaluasi reaksi pemimpin dan komitmen karyawan terhadap perubahan strategi bisnis di BRI Kantor Wilayah Yogyakarta. Komitmen afektif diartikan sebagai keinginan karyawan dalam memberikan dukungan terhadap kesiapan berubah berdasarkan ikatan emosional, kepercayaan dan kecintaan terhadap organisasi. komitmen kontinuans menggambarkan pengakuan dari diri karyawan bahwa kegagalan dari perubahan akan menimbulkan biaya-biaya. Komitmen normatif menggambarkan perasaan kewajiban dalam diri karyawan untuk memberikan dukungan terhadap perubahan. kesiapan berubah akan menimbulkan sikap dan reaksi tertentu dari setiap individu, baik itu sikap efektif (menerima) dan sikap tidak efektif (menolak). Dua sikap dan reaksi tersebut menjadi faktor penting dalam kesiapan berubah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yaitu seluruh karyawan di BRI Kantor Wilayah Yogyakarta sebanyak 100 karyawan mengenai tanggapan mereka terhadap kesiapan berubah. Penelitian ini menggunakan uji face validity dan uji reliabilitas Cronbach’s Alpha. Berdasarkan uji regresi linier berganda, hasil dari penelitian ini adalah kepemipinan transformasional, komitmen afektif, dan komitmen normatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berubah. Sedangkan komitmen kontinuans berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesiapan berubah.

Transformational leadership and organizational commitment are important factors to support readiness to change. The purpose of this study is to examine the effect of transformational leadership, affective commitment, continuance commitment and normative commitment on readiness to change. Transformational leadership provides and encourages subordinate to do changes. This study was to evaluate leader reactions and employees commitment to changes in the business strategy of BRI Yogyakarta Regional Office. Affective commitment is defined as the desire of employees to provide support for the change based on emotional attachment and trust to the organization. On the other hand, continuance commitment refers to employees recognition that cost may occur as a result of failure in providing support for the change in the organization. Meanwhile, normative commitment describes employees’ sense of obligation to support the change. Readiness to change may lead to certain attitudes and reactions from individual, either effective (to accept) or ineffective (to reject). These attitudes and reactions are important factors in readiness to change. This study collected data by distributing questionnaires to 100 respondents who were the employees of BRI Yogyakarta Regional Office. This study used face validity and Cronbach’s Alpha reliability test. The result of the multiple linier regression suggested that transformational leadership, affective commitment and normative commitment had positive impact on readiness to change. In contrast, continuance commitment had negative impact on readiness to change.

Kata Kunci : Kepemimpinan transformasional, komitmen afektif, komitmen kontinuans, komitmen normatif, dan kesiapan berubah.