Evaluasi Pelaksanaan Audit Internal pada Inspektorat Kabupaten Sleman
CITRA SARYANI R, R. A. Supriyono, Prof., Dr., S.U., Ak., CA,
2017 | Tesis | S2 AkuntansiDalam mencapai efektivitas peran APIP, dibutuhkan kapabilitas yang memadai bagi APIP itu. Berdasarkan laporan hasil pengawasan semester 1 Tahun 2015 BPKP menyatakan bahwa masih ada APIP di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang kapabilitasnya berada pada level 2 dengan catatan perbaikan dan Inspektorat Kabupaten Sleman termasuk salah satu di dalamnya. Hal tersebut dapat diartikan bahwa proses audit telah dilaksanakan, tetapi belum selaras dengan standar audit. Salah satu penilaian yang dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan audit internal dengan standar audit ialah dengan menggunakan pedoman telaah sejawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan audit internal dengan standar audit yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemenuhan terhadap Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia oleh Inspektorat Kabupaten Sleman ialah cukup baik, yaitu 64,145%. Ketidaksesuaian terjadi karena jadwal penugasan yang padat, kemampuan objek pemeriksaan berbeda, kurangnya personil dan kemampuan auditor masih kurang, fasilitas yang belum memadai, dan kurangnya pengawasan APIP terhadap pelaksanaan audit. Upaya perbaikan yang telah dilakukan, antara lain, melakukan perbaikan perencanaan audit, melakukan pembinaan pada objek pemeriksaan, meningkatkan kompetensi auditor, dan mengupayakan penambahan jumlah auditor. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para pembuat kebijakan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sehingga terwujud peran APIP yang efektif.
In order to achieve the effectiveness of the "Aparat Pengawasan Intern Pemerintah" (APIP) or the government's internal audit personnel, there must be a sufficient capability owned by the personnel himself. Based on the inspection results of semester 1 on 2015, BPKP stated that some APIPs in Yogyakarta Special Region still belong to level 2 category with notes for improvements, and Sleman Regency Inspectorate office is included there. This can be concluded as an indication that the process of audit has been performed, but not yet in line with with normal audit standards. One of the evaluation methods that can be used to determine the compliance of an internal audit with the audit standards is by using the peer review guidance from colleagues. This research aims to evaluate the compliance of internal audit with the existing audit standards. This research uses a qualitative method. The research results show that the fulfillment of Indonesian Government's Internal Audit Standards by the Sleman Regency's Inspectorate office belongs to good category that is 64.145%. Discrepancies happen because of tight assignment schedules, differences in evaluation objects' ability, limited number of personnel, and lack of APIP supervision on audit activity. Efforts towards improvement that have been taken include conducting audit planning improvements, providing guidance for the objects of inspection, improving auditors' competence, arranging for an increase of audit personnel. Hopefully, the results of this research will provide information for policy-makers to take necessary steps to resolving the discrepancies and achieving the effective role for the APIPs.
Kata Kunci : pelaksanaan audit, standar audit, inspektorat, Kabupaten Sleman