Prevalensi Dermatitis Kontak Akibat Kerja pada Pekerja Batik dengan Riwayat Atopik di Industri Batik Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta
HUDA AMILINA, dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes, Sp.KK, PhD; dr. Fajar Waskito, M.Kes., Sp.KK(K)
2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) merupakan penyakit kulit yang sering dilaporan kejadiannya, terutama di bidang industri. DKAK yang umum terjadi adalah dermatitis kontak iritan (DKI) dan dermatitis kontak alergi (DKA). Pada pembuatan batik terdapat rangkaian proses yang memungkinkan terjadinya paparan terhadap berbagai macam bahan kimia yang dapat mencetuskan terjadinya DKAK terutama pada pekerja batik dengan riwayat atopik, karena pasien dengan riwayat atopik memiliki kulit dengan lapisan epidermis yang mengalami penurunan kemampuan untuk mempertahankan kelembaban kulit, sehingga lebih kering dan mengalami penurunan fungsi proteksi. Tujuan: Mengetahui prevalensi dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja batik dengan riwayat atopik di industri batik tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan populasi penelitian adalah seluruh pekerja industri batik tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta yang termasuk dalam kriteria inklusi. Penelitian ini terdiri atas dua fase, yaitu pengambilan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis adanya dermatitis kontak akibat kerja, kemudian patch test (uji tempel) akan dilakukan pada pekerja untuk memastikan apakah dermatitis yang terjadi merupakan reaksi alergi atau nonalergi. Hasil: Pada subjek penelitian sebanyak 222 pekerja batik didapatkan 66 (29,73%) pekerja memiliki riwayat atopik. Hasil wawancara dan pemeriksaan fisik, dari 66 pekerja dengan riwayat atopik terdapat 23 (34,85%) pekerja mengalami dermatitis kontak akibat kerja. Berdasarkan hasil uji tempel didapatkan 9 (13,63%) pekerja mengalami dermatitis kontak alergi dan 7 (10,60%) pekerja mengalami dermatitis kontak iritan.
Background: Occupational contact dermatitis (OCD) is a frequently reported skin disease particularly in industrial sector. The manifestation of OCD commonly detected as allergy contact dermatitis and irritant contact dermatitis. In batik industry, there are many agents that can cause allergy and irritation, especially for the worker who has atopic history. In person who has atopic history, the epidermal barrier is thinner than in normal person because of the increasing transepidermal water loss which decrease the function of the skin as a barrier from allergen or irritant agent. Objective: The research aim to identify the prevalence of occupational contact dermatitis in batik worker who has atopic history. Method: Observational study was used in this research that conducted in batik industry in Yogyakarta. Process of the research involved interviews using Nordic questionnaire, physical examination, and patch test to confirm allergy contact dermatitis emergence. Result: Among 222 subjects, 66 (29.73%) workers were detected has atopic history. From interview and physical examination, 23 (34.85%) workers with atopy has occupational contact dermatitis. Patch test results showed that 9 (13.63%) workers has allergy contact dermatitis and 7 (10.60%) workers has irritant contact dermatitis.
Kata Kunci : riwayat atopik, dermatitis kontak akibat kerja, dermatitis kontak alergi, dermatitis kontak iritan, industri batik