Laporkan Masalah

Pengembangan Sistem Pemantauan Tren Keuangan sebagai Model Pengukuran Kondisi Keuangan Pemerintah Daerah di Indonesia

FIRSTY HIMAWAN K, Irwan Taufiq Ritonga, S.E., M.Bus., Ph.D., CA.

2017 | Tesis | S2 Akuntansi

Desentralisasi dan otonomi daerah telah menyebabkan bervariasinya kondisi keuangan pemerintah daerah dan berbagai permasalahan keuangan di Indonesia (Ritonga dkk., 2012, 2012b, 2013). Permasalahan tersebut menciptakan kebutuhan bagi para pemangku kepentingan pemerintah daerah untuk memiliki sebuah alat untuk memantau dan menilai kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola keuangannya (Ritonga dkk., 2012, 2012b). Hingga saat ini, di Indonesia tidak ada alat untuk memantau dan menilai kondisi keuangan pemerintah daerah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengukuran yang efektif dan praktis untuk mengukur kondisi keuangan pemerintah daerah di Indonesia. Pengukuran kondisi keuangan pemerintah daerah di Amerika, dilakukan menggunakan Financial Trends Monitoring System (FTMS) yang dikembangkan oleh International City/County Management Association (ICMA). Sejak tahun 1980, model pengukuran tersebut telah diaplikasikan untuk memantau dan menilai kondisi keuangan pemerintah daerah di Amerika. Berdasarkan hal tersebut, FTMS akan digunakan sebagai acuan untuk model pengukuran. Sementara itu, pengembangan model pengukuran akan mengikuti prosedur dari Mercer dan Gilbert (1996) dalam mengembangkan indeks kondisi keuangan Provinsi Nova Scotia, Kanada. Penelitian ini menggunakan data Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dari pemerintah daerah di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama 5 tahun (2011-2015). Hasilnya, yaitu sebuah model pengukuran kondisi keuangan pemerintah daerah yang memiliki 3 dimensi dan 15 indikator.

Decentralization and regional autonomy have caused variations in the financial condition of local governments and many other financial problems in Indonesia (Ritonga et al., 2012, 2012b, 2013). Such problems bring up the need for local government’s stakeholders to have an instrument to monitor and to assess the ability of local governments to manage finances (Ritonga et al., 2012, 2012b). Until now, in Indonesia there is no such instrument to monitor and to assess the financial condition of local governments. Therefore, this study aims to develop a measurement model that is effective and practical to measure the financial condition of local governments in Indonesia. The local government’s financial condition measurement in America, is conducted using the Financial Trends Monitoring System (FTMS) which is developed by the International City/County Management Association (ICMA). Since 1980, the measurement model has been applied to monitor and to assess the financial condition of local governments in America. Based on this, FTMS will be used as a reference for the measurement model. Meanwhile, the development of measurement model will follow the procedure of Mercer and Gilbert (1996) as was used in developing financial conditions index of Nova Scotia Province, Canada. This study uses Local Government Financial Statements (LKPD) data from local governments in the Province of Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) in a five-year period (2011-2015). The result, is a model for local government’s financial condition measurement that has 3 dimensions and 15 indicators.

Kata Kunci : kondisi keuangan, pemerintah daerah, model pengukuran, analisis faktor, financial condition, local government, measurement model, factor analysis

  1. S2-2017-387009-abstract.pdf  
  2. S2-2017-387009-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-387009-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-387009-title.pdf