THE EFFECT OF CAPITATON PAYMENT SYSTEM TO PRIVATE PRACTICE DOCTORS SERVICE IN KOTA YOGYAKARTA DURING JKN ERA
MARIA LASTRI SASANTI, Dr. Diah Ayu, Apt., M.Kes., MBA. ; dr. Riris Andono Ahmad, MPH, PhD.
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: JKN telah diterapkan di Indonesia sejak 2014 dan hingga kini telah menuai banyak kritik dan saran sebagai bentuk evaluasi dari program kesehatan ini. FKTP diharapkan berperan besar untuk mengurangi pengeluaran biaya kesehatan. Melalui pembayaran kapitasi, FKTP diharuskan untuk memiliki manajemen yang baik untuk dapat mengendalikan biaya pengadaan jasa. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan efek dari pembayaran kapitasi kepada FKTP, khususnya pada dokter praktik perorangan, dalam melakukan kendali biaya dan kendali kualitas dalam memberikan layanan. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara menggunakan pertanyaan terbuka maupun tertutup. Total populasi yang berpartisipasi adalah 10 dari 12 (total populasi) dokter praktik perorangan yang bekerjasama dengan BPJS sebagai FKTP di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian: Hasil menunjukkan bahwa kendali kualitas dilakukan dengan baik terlihat melalui perhitungan pencapaian AK, RPPB, dan angka rujukan (AK 150/mil; RPPB 50%; angka rujukan <15%) oleh sebagian besar partisipan. Penggunaan dana kapitasi untuk biaya operasional bervariasi antar partisipan; dari penggunaan 20% sampai dengan tidak mencukupi. Ketidakpuasan muncul ketika dana kapitasi tidak mencukupi pemenuhan biaya operasional. Namun, dana kapitasi yang cukup dapat menghasilkan baik kepuasan maupun ketidakpuasan oleh dokter. Tidak ada usaha yang signifikan yang dilakukan oleh partisipan untuk meningkatkan jumlah anggota BPJS. Kesimpulan: Sistem pembayaran kapitasi tidak memberikan dampak pada kualitas layanan dokter praktik perorangan di Kota Yogyakarta dikarenakan motivasi non-ekonomi. Tidak terdapat aktivitas maupun usaha yang spesifik untuk melakukan kendali biaya selain meningkatkan kontak dengan komunitas melalui kegiatan promosi prevensi yang juga merupakan fungsi dari dokter keluarga.
Background: JKN has been implemented in Indonesia since 2014. Since then, there has been many critics and suggestions rising as a response of evaluation of this program. Primary healthcare provider are expected to take major part of this program to reduce the cost of healthcare. Paid with capitation payment system, primary health cares are required to have a good management to maintain cost control. This study is to describe the effect of capitation payment to primary healthcare, focusing on private practice doctors, in doing cost control while as well maintaining their quality of service. Method: The method of this study is using qualitative descriptive design. Data collection is using questionnaire and interview using both open and close questions. Participated population is 10 out of 12 (total population) private practice doctors who participated as primary healthcare provider for BPJS. Result: Result showed that quality control of private practice doctors were mostly delivered well, seen by the achievement of AK, RPPB, and referral rate target (AK 150/mil; RPPB 50%; referral rate <15%) of most participants. Use of capitation payment for operating cost varied between physicians from 20% to not enough. Dissatisfaction occurred when the capitation was not enough to cover operating cost. However, even if the capitation was enough, it resulted both satisfaction and dissatisfaction in physicians. No significant efforts were done by the physician to increase number of member. Conclusion: The capitation payment system did not seem to affect the quality of the private practice doctors in Kota Yogyakarta due to the non-economic motivation. There was not any specific activity or effort done by private practice doctors in Kota Yogyakarta in order to control their cost other than increasing contact to community through preventive promotive activity as a media as well as a function of family doctor.
Kata Kunci : JKN, BPJS, kapitasi, dokter praktik perorangan, dokter keluarga, FKTP, capitation, private practice doctors, physicians, primary care