Evaluasi Pengembangan Indikator Kinerja Studi pada Badan Pusat Statistik (BPS)
HUSAINI, Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., CMA., Ak., CA.
2017 | Tesis | S2 AkuntansiTuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas pemerintah mendorong pelaksanaan sistem pengukuran kinerja pada instansi pemerintah. Namun, kesalahan instansi pemerintah dalam mengembangkan indikator kinerjanya telah menyebabkan sistem pengukuran kinerja yang diterapkan di Indonesia belum mampu berperan secara optimal. Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai sebagai salah satu instansi pemerintah yang melaksanakan sistem tersebut mengalami permasalahan yang sama dalam mengembangkan indikator kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengembangan indikator kinerja di BPS, menganalisis apakah indikator kinerja BPS telah menggambarkan kinerjanya, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam pengembangan indikator kinerja BPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana pandangan atau opini partisipan merupakan kunci untuk menjawab permasalahan yang ada. Analisis data tekstual digunakan untuk mengolah data wawancara, sedangkan Performance Blueprint digunakan untuk menganalisis data dokumen kinerja Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan indikator kinerja di BPS belum dilakukan dengan baik karena masih adanya ketidaksesuaian informasi, baik antar dokumen perencanaan BPS maupun dengan sasaran kinerjanya. Indikator kinerja BPS dinilai belum menggambarkan kinerja yang telah ditetapkan karena masih berorientasi pada upaya, dan bukan hasil. Faktor-faktor yang berperan dalam pengembangan indikator kinerja BPS yaitu dukungan manajemen, kompetensi teknis, tuntutan regulasi, perkembangan statistik di negara lain, dan faktor penghambatnya ialah ketersediaan data kinerja, kurangnya komitmen internal, adanya konflik kepentingan, dan pemahaman stakeholder mengenai official statistik belum sama
Public demand for government accountability has encouraged an implementation of a performance measurement system in government agencies. However, government agencies errors in developing performance indicators have caused a non-optimal role performed in the implementation of performance measurement system. The Central Bureau of Statistics (BPS), as one of the government agencies that implement the system, is experiencing similar problems in developing performance indicators. This study aims to evaluate the performance indicator development process in BPS; analyze whether BPS performance indicators have described its performance well; and identify the factors that play a role in the development of BPS performance indicators. This study uses a qualitative approach with a case study method, in which the views or opinions of participants are the key to address the existing problems. Textual data analysis is used to process the interview data, whereas the Performance Blueprint is used to analyze the performance document data. The results show that the performance indicator development at BPS has not been done well because there are still discrepancies of information, both among the BPS planning documents and with the target performance. BPS performance indicators are considered as not describing the designated performance because it is still oriented to the effort, and not the result. The factors that play a role in BPS performance indicator development include: management support, technical competence, regulatory demands, statistics development in other countries; whereas the impeding factors are availability of performance data, lack of internal commitment, conflict of interest, and stakeholder divergent understanding of official statistics
Kata Kunci : indikator kinerja, pengembangan indikator kinerja, Performance Blueprint, kriteria SMART, logic model, analisis empat kuadran