Laporkan Masalah

Waktu Layanan Keluarga Berencana dan Penggunaan Kontrasepsi di Pusat Kesehatan Masyarakat (Analisis data Performance Monitoring and Accountability 2020)

ARINI HARDIANTI, Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU., M.Sc., Sc.D ; Prof. dr. Mohammad Hakimi, Sp.OG(K)., PhD

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

INTISARI Latar belakang: Akses ke pelayanan kesehatan, utamanya adalah waktu layanan kesehatan merupakan salah satu hal penting untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi di Indonesia. Seseorang cenderung ingin mendapatkan metode yang diinginkan pada hari yang sama ketika mengunjungi fasilitas kesehatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jumlah hari layanan KB di fasilitas kesehatan terhadap penggunaan kontrasepsi. Metode: Studi cross sectional menggunakan data Performance Monitoring and Accountability (PMA) 2020 di 33 propinsi Indonesia tahun 2015. Subjek penelitian dalah fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas). Pada penelitian ini dilakukan penggabungan beberapa Kabupaten untuk mencapai jumlah responden minimal 30 orang WUS. Diperoleh 104 gabungan kabupaten. Analisa data menggunakan uji statistik regresi dan korelasi dengan melihat tingkat kemaknaan p<0,05, dan analisa multivariabel. Hipotesis: Hipotesis penelitian ini adalah Proporsi WUS pengguna kontrasepsi modern yang tinggal di wilayah dengan frekuensi hari layanan KB lebih sering cenderung lebih tinggi dibandingkan WUS yang tinggal di wilayah dengan frekeunsi hari layanan KB lebih jarang. Hasil: lebih dari tiga per empat wilayah penelitian seluruh puskesmasnya memberikan layanan KB lebih dari 5 hari dan tidak terjadi stock out. Seluruh puskesmas di 69% wilayah telah memberikan lebih dari 5 metide kontrasepsi. Frekuensi hari layanan KB secara statistik berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pada WUS setelah mempertimbangkan variabel stock out dan metode yang disediakan Kesimpulan: Frekuensi hari layanan KB di fasilitas kesehatan sudah baik dan secara berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pada WUS setelah mempertimbangkan variabel stock out dan metode yang disediakan.

ABSTRACT Background: Access to health care, especially health care days open was one of the important thing to increasing contraceptive user. Many people who want to use contraception tend to want to get the method in the same day when visited the health care. Aims: This study is to find the relationship health care days open and contraceptive utilization Materials and methods: cross-sectional study method used Performance Monitoring and Accountability (PMA) 2020 Indonesia data in 33 provinces. One hundred and four health center were studied and analyzed with regression and correlation, and multivariable analysis. Female, household, and service delivery point questionnaire were used in this study. Hypothesis: Hypothesis in this study is contraceptive utilization of female in health center area with more often day services so the result is more than female in health center area with less contraceptive services Result: All health centers in 76% area in Indonesia open more than five days a weeks and no stock out more than five contraceptive methods. All health centers in 69% area provides more than 5 methods. Days open statistically significant with modern contraceptive utilization after considering the stock out and method provides. Conclusion: contraceptive days open in health care generally good and have relation with contraceptive utilization after consider the stock and how many method they provide.

Kata Kunci : kontrasepsi, puskesmas, PMA 2020, Indonesia.

  1. S2-2017-371588-abstract.pdf  
  2. S2-2017-371588-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-371588-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-371588-title.pdf