Nilai Rujukan Hematologi pada Populasi Lanjut Usia di Bantul, Yogyakarta
DYAJENG NOOR FIRDAUS FAUZI, dr. Windarwati, M.Sc., Sp.PK(K);dr. Ira Puspitawati, M.Kes., Sp.PK(K)
2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Yogyakarta merupakan daerah dengan angka harapan hidup tertinggi di Indonesia sehingga populasi lanjut usia di Yogyakarta harus mendapat sorotan khusus dari segi medis. Selama ini nilai rujukan hematologi umumnya dibedakan berdasarkan jenis kelamin serta usia anak dan dewasa padahal fungsi organ pada orang dewasa tidaklah sama dengan fungsi organ orang yang sudah lanjut usia sehingga perlu dilakukan penentuan nilai rujukan khusus untuk populasi lanjut usia. Tujuan: Untuk menentukan nilai rujukan hematologi pada populasi lanjut usia di Bantul. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah cross sectional dari data sekunder dengan kriteria inklusi berusia lebih dari sama dengan 50 tahun dan sehat secara fisik, mental, maupun sosial, sedangkan kriteria eksklusinya memiliki riwayat penyakit Diabetes Melitus, penyakit ginjal, infeksi dan gejala anemia. Hasil penelitian: Sampel penelitian yang didapatkan sebesar 74 yang terdiri dari 35 laki-laki dan 39 perempuan dengan rerata usia 69,91±9,37 tahun. Parameter jumlah eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata yang bermakna antara hasil perhitungan subyek laki-laki dan perempuan sedangkan pada parameter leukosit dan trombosit didapatkan hasil rerata yang tidak berbeda bermakna antara subyek laki-laki dan perempuan. Kesimpulan: Jumlah eritrosit pada laki-laki 4,98±0,56 106/µL dan 4,51±0,39 106/µL pada perempuan, hemoglobin laki-laki 13,88±1,32 g/dL dan perempuan 12,76±0,99 g/dL, hematokrit laki-laki 44,79±3,89 % dan perempuan 41,75±2,94 %, jumlah leukosit 7,85±1,84 103/µL, serta jumlah trombosit 259,69±69,73 103/µL.
Background: Yogyakarta has the highest life expectancy level in Indonesia so that elderly population should have received more attention by medic. All this time, the hematology reference value always determined by sex and child age or adult age meanwhile the organic function in elderly is different from adult so we should determine the hematology reference value for elderly population too. Objective: To determine hematology reference value in elderly population Method: This research is a cross sectional study with secondary data from social service. The inclusion criterias are aged 50th or more, and physically, mentally, socially health, meanwhile the exclusion criterias are has a history of chronic illnes (Diabetes Melitus, kidney disease), and anemia. Results: The research sample obtained is 74 (35 men and 39 women) with the average age 69,91±9,37 years. The erythrocytes, hemoglobin, and hematocrit parameters shown that there was a significant mean difference between men and women meanwhile the leukocytes and thrombocytes parameters shown that there was no significant mean results between men and women. Conclusions: Erythrocyte in men 4,98±0,56 106/µL dan women 4,51±0,39 106/µL, hemoglobin in men 13,88±1,32 g/dL and women 12,76±0,99 g/dL, hematocrit in men 44,79±3,89 % and women 41,75±2,94 %, leukocytes 7,85±1,84 103/µL, thrombocytes 259,69±69,73 103/µL.
Kata Kunci : Kata kunci: Nilai rujukan hematologi, populasi lanjut usia