ANALISIS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA ISPA ANAK DAN RESPON MANAJEMEN TERHADAP HASIL ANALISIS DI RSUD BAHTERAMAS KOTA KENDARI TAHUN 2015
SURYANTI DWI A.M, Prof. dr. Sri Suryawati.
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak. Tingginya prevalensi infeksi saluran pernapasan akut serta dampak yang ditimbulkannya membawa akibat pada tingginya konsumsi obat bebas (anti influenza, obat batuk, multivitamin), dan antibiotika dalam kenyataannya antibiotika banyak diresepkan untuk mengatasi infeksi ini. Dinas kesehatan kota Kendari mengungkapkan bahwa jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut di wilayah setempat selama tahun 2015 mencapai 615 jiwa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien ISPA anak Non Pneumonia dan respon manajemen terhadap hasil analisis di RSUD Bahteramas Kota Kendari Tahun 2015 Metode : Penelitian studi kasus dengan rancangan deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dan prospektif. Data kuantitatif dikumpulkan dengan cara observasi dokumen yang terkait dengan penggunaan antibiotik yaitu peresepan pasien ISPA Non Pneumonia sebanyak 41 pasien anak. Data kualitatif diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam. Hasil : Antibiotik yang paling banyak digunakan oleh penderita ISPA non pneumonia adalah amoksisilin sebesar 34%, sebanyak 18 pasien menerima antibiotik, ketidaksesuaian penggunaan obat pada resep pasien anak ISPA Non pneumonia diperoleh 80%, terdapat 33 pasien yang diresepkan tidak sesuai dan hanya 8 pasien yang sesuai. Namun demikian, pihak manajemen rumah sakit belum merasakan hal tersebut sebagai masalah. Kesimpulan : Penggunaan antibiotik pada pasien anak di RS Bahteramas belum rasional, diperlukan kepedulian manajemen dan pimpinan rumah sakit untuk memperbaikinya.
Background : Acute respiratory tract infection (ISPA) is a disease common in children. The high prevalence on Acute respiratory tract infection And the impacts that were bring to the high consumption of drug free (Anti influenza, coughing and multivitamin), and in actuality antibiotica many prescription to overcome this infection. Health office in kendari city Revealed that the number of Acute respiratory tract infection patient in district area for 2015 years Reached 615 lives. This study to understand an analysis on the use of antibiotics ispa children and management response to the analysis in RSUD Bahteramas Kendari. Method : Design study case is descriptive, collecting of data done in a retrospective and prospective. Quantitative data collected by means of observation documents related to the use of antibiotics prescription namely patients ispa non pneumonia some patients the 41. Qualitative data obtained by conducting in depth interviews. Result : Antibiotics most commonly used by the ispa non pneumonia is amoksisilin of 34%, a total of 18 patients receive antibiotics, the incompatibility the use of drugs on prescription patients the ispa non pneumonia obtained 80%, there are 33 patients prescribed not appropriate and only 8 patients appropriate. However, management of the hospital has not feel that a problem. Conclusion : The use of antibiotics in patients children hospital Bahteramas not rational, required concern management and hospital management to fix it.
Kata Kunci : Penggunaan antibiotik, pasien ISPA, The use of antibiotics, ISPA patient, RSUD Bahteramas Kendari City