Tinjauan Yuridis Terhadap Kegiatan Surety Bond pada Perusahaan Asuransi di Daerah Istimewa Yogyakarta Pasca Berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penjaminan
BAYU ANGGORO, Hariyanto, S.H., M.Kn
2017 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMPenulisan hukum ini membahas mengenai kegiatan Surety bond di perusahaan asuransi pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penjaminan. Dalam Penulisan hukum ini membahas mengenai implikasi, penerapan, dan pengaturan dari Undang-Undang Penjaminan di Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja implikasi berlakunya Undang-Undang Penjaminan dan penerapan serta pengaturannya pada perusahaan asuransi di Yogyakarta. Metode penelitian dalam penulisan hukum ini, data yang didapat dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara induktif, dengan pendekatan yuridis empiris. Jenis penelitian yang digunakan adalah ialah penelitian kepustakaan dan lapangan. Hasil dari penelitian ini bahwa terhadap peraturan yang digunakan oleh perusahaan asuransi dalam menerbitkan Surety bond bertentangan dengan Undang-Undang Penjaminan. Otoritas Jasa Keuangan memastikan perusahaan asuransi tetap dapat melaksanakan penjaminan Surety bond dengan membentuk anak perusahaan di bidang penjaminan serta merubah anggaran dasar yaitu menambah usaha penjaminan di bagian kegiatan usaha. Undang-Undang ini belum berlaku efektif pada perusahaan asuransi di Yogyakarta. Dengan adanya peraturan ini seharusnya perusahaan asuransi tunduk dan menyesuaikan dengan pasal-pasal yang terdapat dalam Undang-Undang Penjamian.
This legal writing discusses the surety bond activity on the insurance company after the enacment of Law Number 1 of 2016 on Guarantee. In this legal writing discusses about the implication, implementation, and regulation from the Law on Guarantee in Yogyakarta. The purpose of this research were to determine the implication, implementation, and regulation on the insurance company in Yogyakarta. The research method in this legal writing was, the collected data was analyzed qualitatively, and presented inductively with empiric and judicial approaches. The research types were literature and field studies. The result of this research was that towards the regulation which it used by insurance company to publish surety bond was contradiction with Law on Guarantee. The Financial Services Authority ensured the insurance company still can do the surety bond guaranted with established spin-off company in guarantee and changed the Articles of Association that added the guarantee in the bussines activity section. This Law rule was not pretend effectively yet on the insurance company in Yogyakarta. With this rule, the insurance company should obey and adjust their rule with the every clause in the Law on Guarantee.
Kata Kunci : Surety bond, Penjaminan, Perusahaan Asuransi, Undang-Undang Penjamian