LODJI-LODJI DI KOTA YOGYAKARTA 1930-1950-an
ARIFA RIDA NAILA, Drs. Machmoed Effendhie, M.Hum.
2017 | Skripsi | S1 ILMU SEJARAHLodji merupakan bangunan kolonial yang mendapat akses untuk dibangun di kota-kota kolonial Hindia Belanda. Meningkatnya jumlah migrasi orang-orang Eropa ke Jawa berdampak pada perkembangan kota-kota di Jawa tidak terkecuali Vorstenlanden yaitu dengan semakin banyaknya penduduk kota Yogyakarta pada masa itu. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan perubahan lodji dan tata kota di kota Yogyakarta 1930-1950-an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang terdiri dari pemilihan topik, pengumpulan sumber,kritik, interpretasi, dan penulisan. Sumber yang digunakan berupa sumber tertulis seperti catatan statistik, surat kabar, buku, jurnal, karya tulis, dll dan sumber tidak tertulis berupa foto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kota Yogyakarta pada akhir abad ke-19 yang semakin plural mendorong berbagai orang-orang untuk pergi ke kota. Orang-orang yang bertempat tinggal di kota didominasi oleh suku bangsa lain, seperti Eropa, Cina, dan Arab untuk membuka usaha perekonomian. Lodji menjadi ruang penting bagi orang-orang Eropa sebagai tempat berkumpul, pemukiman maupun kantor pemerintah kolonial Hindia Belanda. Perkembangan kota juga mengakibatkan perubahan Lodji ketika masa kolonial berakhir. Lodji berubah fungsi dan mempengaruhi tata kota Yogyakarta.
Lodji a colonial buildings which have access to built in the colonial cities Indies. The increasing number of Europeans migrating to Java impact on the development of the cities in Java is no exception Vorstenlanden that more and more residents of the city of Yogyakarta at the time. This study aims to document changes lodji and urban planning in the city of Yogyakarta 1917-1950. The method used in this research is the historical method, which consists of a selection of topics, gathering resources, criticism, interpretation, and writing. Sources used in the form of written sources such as statistical records, newspapers, books, journals, papers, etc. and the source is not written in the form of photographs. The results showed that the development of the city of Yogyakarta at the end of the 19th century increasingly plural prompted many people to go to town. People who live in the city is dominated by other ethnic groups, such as Europe, China, and Arab efforts to open the economy. Lodji become an important space for the people of Europe as a gathering place, a residential and office Indies colonial government. The urban development also resulted in changes Lodji when the colonial period ended. Lodji changing the function and affect the layout of the city of Yogyakarta.
Kata Kunci : Yogyakarta, Lodji, Kota, Perubahan