HUBUNGAN TAHAPAN RESUSITASI DENGAN HIPONATREMIA PADA BAYI BARU LAHIR
FRIDA NURROCHMAN, dr. Setya Wandita, M.Kes, Sp.A(K); dr. Sumadiono, Sp.A(K)
2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Setiap tahun lahir sekitar 130 juta bayi di seluruh dunia dimana sekitar 4 juta diantaranya meninggal pada 4 minggu pertama kehidupan. Di sisi lain, 23% dari 4 juta kematian bayi tiap tahunnya disebabkan oleh asfiksia neonatorum. Saat ini, indikator diagnosis asfiksia neonatorum dengan skor APGAR dinilai sudah tidak akurat sehingga digunakan resusitasi sebagai indikator asfiksia. Semakin berat derajat asfiksia, maka akan memerlukan tindakan resusitasi yang semakin banyak dan ekstensif pula. Asfiksia sendiri dapat menyebabkan gangguan multi organ yang bisa memicu komplikasi salah satunya yaitu hiponatremia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tahapan resusitasi yang mencerminkan derajat keparahan asfiksia dengan gangguan elektrolit berupa hiponatremia pada bayi baru lahir di RSUP Dr. Sardjito. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tahapan resusitasi dengan hiponatremia pada bayi baru lahir di RSUP Dr. Sardjito. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian prospective cohort dengan data dasar dari form SEARO modifikasi. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Data lalu dianalisis dengan teknik analisis Fisher Exact dan analisis stratifikasi. Hasil: Dari total 46 subjek, didapatkan 19 bayi dengan hiponatremia dengan rincian 13 dari 36 bayi (36,1%) pada resusitasi tahap 1 dan 6 dari 10 bayi (60%) pada resusitasi tahap 2 (RR=1,7; p-value=0,3; 95% CI=0,9–3,2) (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tahapan resusitasi dengan kejadian hiponatremia pada bayi baru lahir. Kata Kunci: Asfiksia Neonatorum, Resusitasi Neonatus, Gangguan Elektrolit, Hiponatremia
Background: Every year about 130 million babies born worldwide of which about 4 million of them died in the first 4 weeks of life. On the other hand, 23% of the 4 million infant deaths each year are caused by neonatal asphyxia. Currently, indicators of neonatal asphyxia diagnosis with the Apgar score is considered to be inaccurate so resuscitation is used as an indicator of neonatal asphyxia. The more severe the degree of asphyxia, it will require more numerous and extensive resuscitation as well. Asphyxia itself can lead to multi-organ disfunction that can lead to multiple complications such as hyponatremia. Therefore, this study was conducted to know the relationship between the levels of resuscitation that reflect the severity of asphyxia with electrolyte disturbances such as hyponatremia in the newborn at RSUP Dr. Sardjito. Objective: To know the relation between resuscitation level with hyponatremia in neonatal asphyxia patient. Method: This is a prospective cohort study which is data were taken from the SEARO modification form. Sampling was done by consecutive sampling. The data are then analyzed by the Fisher Exact analytical techniques and stratified analysis using SPSS. Results: Of the total 46 subjects, there were 19 infants who experienced hyponatremia, 13 of the 36 infants (36.1%) were in the resuscitation step 1 and 6 of the 10 infants (60%) were in the resuscitation step 2 (RR=1,7; p-value=0,3; 95% CI=0,9-3,2) (p> 0,05). Conclusion: There is no significance relationship between resuscitation level with hyponatremia in neonatal asphyxia patient. Keyword: Neonatal Asphyxia, Neonatal Resususcitation, Electrolyte Disturbance, Hyponatremia.
Kata Kunci : Neonatal Asphyxia, Neonatal Resususcitation, Electrolyte Disturbance, Hyponatremia