RASIO PREVALENSI OTITIS MEDIA EFUSI PADA REFLUKS LARINGOFARING
MAHASTINI , dr. Siswanto Sastrowiyoto, Sp. T.H.T.K.L(K), M.H.; dr. Dian Paramita Wulandari, M.Sc., Sp. T.H.T.K.L
2017 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT THTINTISARI Latar belakang: Otitis media efusi (OME) pada orang dewasa lebih jarang terjadi dibanding pada anak, tetapi masih menyebabkan morbiditas yang perlu dipertimbangkan. Salah satu etiologi yang diduga adalah refluks laringofaring (RLF). Aliran balik isi lambung setelah mengenai laringofaring dapat berlanjut ke regio kepala dan leher yang lain seperti kavum oris, nasofaring, kavum nasi, sinus paranasalis, dan bahkan sampai telinga tengah dengan manifestasi klinis asma, sinusitis dan otitis media. Tujuan: Menentukan rasio prevalensi otitis media efusi pada refluks laringofaring. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional untuk menentukan rasio prevalensi otitis media efusi pada refluks laringofaring pada pasien dengan keluhan tenggorok yang datang ke poliklinik Departemen IK THT-KL RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Hasil penelitian: Sembilan dari 28 subyek mengalami OME pada kelompok RLF, dan 2 dari 28 subyek pada kelompok bukan RLF. Secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna di antara kedua kelompok dengan p-value 0,02 dengan rentang interval kepercayaan 95% didapatkan 1,066-18,990. Rasio prevalensi OME pada kelompok RLF dibanding kelompok bukan RLF sebesar 4,5. Kesimpulan: Rasio prevalensi OME pada kelompok RLF 4,5 dibanding bukan RLF. Kata kunci: Otitis media efusi, refluks laringofaring.
ABSTRACT Background: Otitis media with effusion (OME) in adults is less prevalent than in the pediatric, but still causes considerable morbidity. It has been suggested that laryngopharyngeal reflux (LPR) may have a role in the aetiology of adult OME. Reflux that advances to the laryngopharynx and, subsequently, to other regions of the head and neck such as oral cavity, nasopharynx, nasal cavity, paranasal sinuses, and even middle ear with clinical manifestations are asthma, sinusitis, and otitis media. Objective: To determine the prevalence ratio of otitis media with effusion in laryngopharyngeal reflux. Methods: An analytic observational with cross sectional design to determine the prevalence ratio of otitis media with effusion in laryngopharyngeal reflux in patients with throat complain that come to the polyclinic of ENT Department RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Result: There were 9 of 28 subjects that experienced OME in LPR group, and 2 of 28 subjects in non LPR group. Statistically there was significant difference between the two groups with p-value 0,02 with 95% confidence interval ranges 1,066-18,990 obtained. Prevalence ratio of OME in LPR group compared to non LPR group was 4,5. Conclusion: The prevalence ratio of OME in LPR group is 4,5 than in non LPR group. Keywords: Otitis media with effusion, laryngopharyngeal reflux.
Kata Kunci : otitis media efusi, refluks laringofaring