SIAPA YANG INGIN BEKERJA DI DAERAH PEDESAAN? STUDI PADA MAHASISWA TAHUN AKHIR PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS GADJAH MADA
GHANI IKHSAN MAJID, Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA; Supriyati S.Sos., M.Kes.
2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Ketimpangan ketersediaan dokter di Indonesia terus menjadi perhatian kebijakan kementerian kesehatan. Sejalan dengan itu, pendidikan kedokteran di Indonesia beradaptasi untuk pengembangan primary health care terutama di desa dan daerah terpencil. Pendidikan kedokteran Indonesia telah mengacu ke arah ini. Pertanyaan dasarnya adalah apakah pendidikan kedokteran dapat memberikan motivasi dan dorongan yang lebih sukarela sehingga dokter-dokter yang baru lulus memperoleh keterampilan bekerja di daerah yang sulit dan karena itu mereka memilih bekerja di tempat seperti itu. Penelitian ini mengacu kepada karir bekerja di desa dan daerah terpencil dan community medicine - public health sebagai dua karir yang berbeda bagi mahasiswa kedokteran pada umumnya. Mahasiswa yang memiliki orientasi pada pendidikan kedokteran akan mengutamakan pekerjaan sebagai klinisi di rumah sakit atau di puskesmas dengan pekerjaan utama sebagai dokter keluarga. Penugasan di desa dan daerah terpencil dipandang sebagai kental public health karena kondisi di sana sangat terbatas sehingga manajer harus memiliki keterampilan mengelola resources yang tersedia yang terbatas di masyarakat. Tujuan: Mengetahui karakteristik individu dengan ketertarikan untuk berkarir di daerah pada mahasiswa tahun akhir pendidikan dokter. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dan dengan disain cross sectional. Pemilihan subjek penelitian adalah survey jenuh pada kelompok mahasiswa tahun akhir pendidikan dokter yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Total Responden sebanyak 205 mahasiswa. 181 (88%) mahasiswa program regular dan 24 (12%) mahasiswa program internasional. Kesediaan untuk bekerja di daerah pedesaan sebanyak 101 (49%) mahasiswa menyatakan bersedia dan 104 (51%) mahasiswa menyatakan tidak bersedia. Preferensi karir untuk menjadi klinisi sebanyak 107 (52%) mahasiswa, non klinisi 3 (1.5%) mahasiswa, Gabungan klinisi dan non-klinisi 94 (46%) mahasiswa, dan keluar dari bidang kedokteran 1 (0.5%) mahasiswa. Kesimpulan: Preferensi karir dan kesediaan bekerja di daerah didapatkan melalui proses yang lama dan dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut seperti Jenis kelamin, tempat tinggal, jenis kendaraan, keinginan masuk fakultas kedokteran. Mahasiswa dengan jenis kelamin laki-laki, asal tempat tinggal di daerah, kendaraan motor, sepeda atau kendaraan umum, dan memiliki kenginian masuk FK UGM secara pribadi bukan dorongan dari orang tua adalah mahasiswa yang bersedia untuk bekerja di daerah pedesaan dan daerah terpencil.
Background: Imbalance availability doctors in Indonesia continues to be a concern of health ministry's policy. Correspondingly, medical education in Indonesia pretend to develop primary health care, especially in rural and remote areas. Indonesian medical education have been referring to this direction. Basically the question is whether the medical education can provide more motivation and encouragement of voluntary so that doctors who have recently graduated acquire the skills to work in difficult areas and therefore they chose to work at a place like that. This study refers to a career working in rural and remote areas and community medicine - public health as two different careers for medical students in general. Students have orientation on medical education will give priority to work as a clinician in a hospital or health center with the main work as a family doctor. Assignment in rural and remote areas is seen as a strong public health because of the conditions there are very limited so the manager must have the skills to manage the limited resources available in the community. Objective: To determine the characteristics of an individual with an interest in a career in the rural and remote areas at the final year students of medical doctor. Method: This study is a descriptive and observational research with cross sectional design. Selection of research subjects is saturated in the survey group Final year students of medical doctor that meet the inclusion and exclusion criteria. Results: Total Respondents 205 students. 181 (88%) regular program students and 24 (12%) students of international programs. Willingness to work in rural areas as many as 101 (49%) of the students stated willing and 104 (51%) of the students stated are not willing. Preferences career to become a clinician were 107 (52%) of students, non clinicians 3 (1.5%) students, Joint clinicians and non-clinicians 94 (46%) of students, and out of the medical field 1 (0.5%) students. Conclusion: Career preferences and willingness to work in the area obtained through a long process and is influenced by the following factors such as gender, place of residence, type of vehicle, the desire to enter medical school. Students with male gender, place of origin living in the rural, using motor, bicycle or public transport as transportation media, and had entered the Faculty medicine personally are willing to work in rural and remote areas.
Kata Kunci : Karir dokter, rural placement, medical student preference career.