Laporkan Masalah

EMISI METANA DI LAHAN PADI SAWAH PADA RELIEF BERBEDA DI KABUPATEN KENDAL

SATRIA WAHYU ANGGITA, Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc.; Dr. Ir. Benito Heru P., M.Agr.Sc.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Penelitian ini mengkaji salah satu permasalahan lingkungan yang disebabkan sektor pertanian yaitu emisi metana (CH4) yang merupakan salah satu dari Gas Rumah Kaca. Meningkatnya suhu permukaan bumi yang disebabkan CH4 akan mengganggu keseimbangan ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah 1. Mengetahui sumber emisi metana; 2. Mengkaji pola budidaya petani terkait dengan emisi CH4 pada relief yang berbeda di Kabupaten Kendal; 3. Membuat rekomendasi pengelolaan lahan padi sawah untuk menekan laju emisi CH4. Metode yang digunakan adalah metode survei dan analasis laboratorium untuk mendapatkan data primer pada aspek fisik dan sosial. Data sekunder bersumber dari instansi terkait dan hasil penelitian sebelumnya. Data primer yang dikumpulkan meliputi contoh gas CH4, sampel tanah, wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi penelitian. Teknik pengambilan sampel tanah dan contoh gas metana dengan purposive sampling yaitu sesuai dengan tujuan penelitian sedangkan data pada aspek sosial dan budaya dengan cara wawancara mendalam (indepth interview). Contoh CH4 diambil dengan sungkup tertutup (closed chamber). Hasil perhitungan yang diperoleh dari data dalam satuan mg CH4/m2/menit. Emisi metana di lahan padi sawah Kabupaten Kendal antara 0,160 – 0,428 mg/m2/menit. Emisi metana tertinggi terdapat pada Satuan Peta Lahan (SPL) LmB (Latosol merah berelief berbukit) 0.428 mg/m2/menit sedangkan terendah terdapat pada AhG (Aluvial hidromorf berelief bergelombang) 0.160 mg/m2/menit. Emisi metana pada lahan padi sawah di Kabupaten Kendal dipengaruhi oleh drainase lahan dan pola budidaya petani. Drainase yang buruk menyebabkan kondisi anaerob yang menimbulkan emisi metana. Lahan sawah berelief dataran hingga bergelombang, petani masih menggunakan pupuk kimia sebagai penambah nutrisi padi sedangkan relief berbukit menggunakan pupuk organik.

This research examines one of environmental problems caused by the agricultural sector is the emission of methane (CH4), which is one of the greenhouse gases (GHG). Increasing the temperature of the earth's surface caused CH4 will disrupt ecosystems. This study aims are: 1. Knowing methane emission source; 2. Assessing the pattern of cultivation farmers related with CH4 emissions on different relief in Kendal; 3. Making recommendation for a paddy cultivation to suppress CH4 emission rate The method used was a survey and laboratory analysis to obtain primary data on physical and social aspects. Secondary data is sourced from relevant authorities and the results of previous studies. Primary data collected include CH4 gas samples, soil samples, in-depth interviews, and research documentation. Soil sampling techniques and sample methane purposive method in accordance with the purpose of research, while data on social and cultural aspects of the in-depth interviews. CH4 samples taken closed chamber. The calculation result obtained from the data in units of mg CH4/m2/ min. Methane emissions in rice field Kendal between 0.160 to 0.428 mg/m2/min. The highest methane emissions contained in Land Unit Map red Latosol hilly 0.428 mg/m2/min while the lowest was in Alluvial hydromorf wavy 0.160 mg /m2/min. Source of methane emissions in rice field at Kendal affected by land drainage and crop pattern. Poor drainage causes anaerobic conditions can cause methane emissions. In rice field undulating, many farmers still use chemical fertilizers to add nutrition for rice, while in hilly relief already use organic fertilizers.

Kata Kunci : emisi metana, tanah, padi sawah, relief, lingkungan, Kendal