Hubungan Gagal Jantung Akut Dengan Kadar HbA1c Pada Pasien Infark Miokard Dengan Segmen ST Elevasi RSUP DR. Sardjito
DZUL FAHMI FAQIH, dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc., Ph.D., Sp.PD.; dr. Vita Yanti Anggraeni, M.Sc., Ph.D., Sp.PD.; dr. Vina Yanti Susanti, M.Sc., Ph.D., Sp.PD.
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang : Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit penyebab kematian pertama di dunia. Gagal jantung terjadi ketika jantung yang tidak berfungsi dengan baik. Salah satu penyebab gagal jantung adalah penyumbatan pada arteri koroner. Infark miokard dengan segmen ST elevasi (STEMI) terjadi apabila penurunan suplai darah pada jantung secara drastis akibat dari oklusi trombus yang komplit. STEMI dapat dikelompokkan berdasarkan klasifikasi Killip yang berguna untuk memprediksi mortalitas pasien. Kadar HbA1c dapat menggambarkan kadar glukosa plasma sebelum pasien melakukan pemeriksaan. Tujuan : Menilai hubungan antara skor kelas Killip dengan Kadar HbA1c pada pasien yang dirawat dengan STEMI. Metode : Desain penelitian yang digunakan studi potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara konsekutif pada data sekunder. Subjek dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kadar HbA1c dan kelas Killip. Pengukuran kadar HbA1c dan penilaian skor kelas Killip dilakukan saat pasien pertama kali datang ke rumah sakit dan dilakukan oleh dokter. Hasil : Didapatkan 145 pasien yang menjadi subjek dalam penelitian ini, 132 masuk ke kelompok Killip 1(skor kelas Killip I) dan 13 lainnya kelompok Killip 2 (skor kelas Killip II-IV). Hubungan antara skor kelas Killip dengan kadar HbA1c memiliki nilai rasio prevalensi sebesar 1.488 (p = 0.549), dengan interval konfidensi 0.5-4.2. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara skor kelas Killip dengan kadar HbA1c pada pasien dengan STEMI.
Background : Cardiovascular disease is the leading causes of death in the world. Heart failure occurs when the heart is not functioning properly. One cause of heart failure is a blockage in the coronary arteries. ST-segment elevation with myocardial infarction (STEMI) occurs when blood supply to the heart dramatically decreased as a result of complete thrombus occlusion. STEMI can be grouped according to Killip classification for predicting patient mortality. HbA1c level can describe plasma glucose levels before a patient examination. Aim : To know the correlation between Killip Classification and HbA1c level in patients with STEMI. Methods : Design of this study was cross-sectional. We selected the subject consecutively on secondary data. Subjects were divided into two groups based on the level of HbA1c and Killip class. Measurement of HbA1c level and assessment score Killip class done when the patient first came to the hospital and performed by a doctor. Result : The subject of this study was 145, 132 were Killip group 1 (Killip class score I) and 13 others were Killip group 2 (Killip class score II-IV). Correlation between Killip class score and HbA1c level have ratio prevalence 1.488 (p = 0.549) with confidence interval 0.5-4.2. Conclusion : HbA1c level did not significantly related with Killip class score in patients with ST-segment elevation with myocardial infarction.
Kata Kunci : gagal jantung akut, STEMI, skor kelas Killip, HbA1c