Produksi Ruang Sosial Untuk Geostrategi Wilayah Di Perbatasan (Studi Kasus Di Perbatasan Maritim Indonesia Singapura : Batam)
THOMAS KEN DARMASTONO, Prof. Dr. Faruk; Dr. Wening Udasmoro, DEA., M.Hum.
2017 | Disertasi | S3 Kajian Budaya dan MediaKota Batam di Provinsi Kepulauan Riau adalah suatu Daerah Otonom yang pada sebagian besar wilayahnya ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB). Pemerintah Indonesia merancang suatu kebijakan khusus, berupa Geostrategi Wilayah untuk kawasan tersebut. Kawasan ini merupakan kawasan ideal untuk penelitian di bidang produksi ruang sosial sesuai teori Henri Lefebvre, ditinjau dari aspek budaya - ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan dan kinerja teori-teori ruang sosial di kawasan perbatasan antara Indonesia dan Singapura beserta dampaknya kepada masyarakat dan sistem pengambilan keputusan pemerintahan. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur, observasi lapangan, wawancara, diskusi kelompok terfokus (FGD), analisis data, dan penulisan laporan penelitian disertasi secara sistematis. Studi literatur dilakukan di perpustakaan pusat UGM dan sekitarnya dengan mempelajari buku teks, jurnal ilmiah, dan artikel-artikel di media cetak maupun elektronik. Observasi lapangan, wawancara, dan diskusi dilakukan dengan pejabat pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat di KPBPB Batam untuk mendapatkan data yang akan diolah menjadi disertasi. Selain itu, data sekunder seperti kondisi wilayah secara umum di KPBPB Batam juga diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ruang sosial yang penuh kontradiksi antara representasi-representasi ruang dengan praktik-praktik keruangan di segala aspek budaya, khususnya di bidang ekonomi. Paska reformasi, pembangunan di kawasan bebas Batam mengalami masa sulit terkait adanya dualisme kepemimpinan walaupun saat ini kondisinya sudah semakin baik. Pemahaman tentang ruang sosial di kawasan bebas Batam sangat diperlukan sesuai dengan teori biopolitik Martin Jones yang dapat diimplementasikan menjadi sebuah Geostrategi Wilayah. Pemahaman tentang tiga serangkai keruangan sosial sebagai dasar dari pembuatan Geopolitik dan Geostrategi Wilayah sangat dibutuhkan oleh instansi-instansi terkait untuk mengembangkan kawasan ekonomi khusus perbatasan maritim Indonesia yang terbaik.
Batam City in Riau Archipelago Province is an autonomous region which the majority of its territory designated as Batam Indonesia Free Zone Authority (BIFZA). The Indonesian government designed a custom policy, in the form of Regional Geostrategic for this area. This region is an ideal place for studies in production of social space according to the theory of Henri Lefebvre, viewed from the culture - economics aspect. This study aims to understanding the application and performance of social space theories in the border area between Indonesia and Singapore and their impact to the society and the governmental decision making system. This research was conducted by the method of literature study, field observation, interviews, focus group discussions (FGD), data analysis, and reporting dissertation research systematically. Literature studies conducted in the central library of UGM and surroundings by studying the text books, scientific journals, and articles in both printed and electronic media. Field observations, interviews, and discussions were conducted with government officials, business people and society in KPBPB Batam to obtain data that will be processed into a dissertation report. Furthermore, secondary data such as conditions of the area in general in Batam KPBPB also needed. Results showed that there is a lot of social space contradictions between representations of space with spatial practices in all aspects of culture, especially in the economic field. After reformation, the development in this free area of Batam experiencing difficult times related to the duality of leadership although this time the condition are going better. An understanding of the social space in Batam free zone is indispensable according to the theory of biopolitic by Martin Jones which can be implemented into a Regional Geostrategic. An understanding of the social spatial triad as the basis of making Regional geopolitical and geostrategic is urgently needed by the relevant agencies to develop the best special economic zone in Indonesian maritime border.
Kata Kunci : produksi ruang, geostrategi wilayah, dan perbatasan maritim/production space, Regional Geostrategy, and maritime borders