Laporkan Masalah

PROFIL KEJADIAN BULLYING PADA SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI PURWOREJO

MONICA GISELA WINATA, dr. Beta Ahlam Gizela, Sp.F., DFM; Dr. Dra. Sumarni, M.Si., Psi.; dr. Moetrarsi Sri Kanapsijah Firngadi, DTM&H, Sp.KJ

2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Bullying adalah salah satu bentuk kekerasan yang tidak disertai keseimbangan kekuatan dan tanpa provokasi. Banyak studi menunjukkan dampak buruk bullying bagi fisik dan psikososial. Pencegahan bullying memerlukan peran komunitas. Penelitian tentang bullying banyak dilakukan di Kota Yogyakarta. Namun, profil bullying pada siswa SMA di Kabupaten Purworejo belum pernah dilakukan penelitian. Tujuan: Untuk mengkaji perilaku bullying dan persepsi mengenai bullying pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Purworejo. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan potong lintang. Subjek penelitian adalah siswa SMA N Purworejo sebanyak 193 orang yang dipilih dengan cara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berisikan pertanyaan tertutup dan terbuka, dibagikan dan dikumpulkan dalam satu hari. Data dianalisis dalam tiga bentuk, yaitu analisis univariabel dan analisis bivariabel dengan uji chi-square dan deskripsi kualitatif. Hasil: Analisis bivariabel menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara jenis kelamin dengan kejadian bullying (p<0,05). Siswa laki-laki memiliki kemungkinan menjadi pelaku bullying 2,740 kali lebih besar dibandingkan siswa perempuan. Perbedaan kejadian bullying dengan persepsi siswa tidak bermakna secara statistik (p>0,05). Analisis kualitatif menunjukkan banyak siswa yang iba dan ingin menolong, tetapi diam saja saat melihat atau mengetahui kejadian bullying karena tidak tahu harus bagaimana. Dikemukakan bahwa saat yang sering terjadi bullying adalah saat jam kosong. Kesimpulan: Jenis kelamin mempengaruhi kejadian bullying. Tidak semua siswa memilki persepsi yang baik mengenai bullying. Pemberitahuan kepada siswa tentang apa yang harus dilakukan saat ada murid lain mengalami bullying masih kurang. Penanganan yang tepat untuk mengatasi adanya jam kosong dapat menjadi satu cara mencegah bullying. Kata kunci: bullying, siswa, jenis kelamin, persepsi

Background: Bullying is one type of violence with no power balance and no provocation. A lot of studies show the bad impact of bullying, ohysically and psychosocially. Bullying prevention needs community involvement and specific target. Researches on bullying are done mostly in Yogyakarta City. But, bullying profile of senior high student in Purworejo District has not been done. Objective: To examine the bullying profile and perception of the students in Sekolah Menengah Atas Negeri Purworejo. Method: This research type is observational with cross-sectional design. The subject are 193 students of SMA N 6 and 9 Purworejo who are selected with random sampling. The instrument is questionnaire consists of opened and closed questions, being distributed and collected in the same day. The data is analysed in three parts which are univariable analysis, bivariable analysis using chi-square test, and qualitative description. Result: Bivariable analysis shows a significant relation between gender and the bully (p<0,05), but not significant for the victim. Male students have possibilities 2,740 times bigger to be bullies than female students. The relation between perception and the bully is not significant (p<0,05). While the qualitative discussion shows a lot of bystanders who have sympathy, want to help, but not able to do anything because they do not know what they should do. Subjekts bring out spare time or lessons hour that is not guarded by teachers is the most frequent time to see or experience bullying. Conclusion: Gender is related to bullying events. Not all students have a good perception of bullying. Socialization for students about what to do when there is bullying is still inadequate. A right choice to handle lessons hour without teachers can be a way to prevent bullying at school. Keywords: bullying, student, gender, perception

Kata Kunci : bullying, siswa, jenis kelamin, persepsi