ANALISIS KOMITMEN TERHADAP PERUBAHAN PADA PEGAWAI SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA YOGYAKARTA
NOVIANDARI PRABAWATI, T. Hani Handoko, Dr. M.B.A.
2017 | Tesis | S2 ManajemenKomitmen terhadap perubahan merupakan salah satu komponen penting agar perubahan dapat berhasil dilaksanakan. Subjek penelitian ini ialah pegawai Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta yang sedang mengalami perubahan organisasional akibat berubahnya status dari Diklat Ahli menjadi Sekolah Tinggi. Desain penelitian analitik deskriptif dengan metode survei dipilih untuk mendapatkan deskripsi ketiga komponen komitmen terhadap perubahan dan komparasi ketiga komponen tersebut berdasarkan artibut pegawai di STMM Yogayakarta. Penelitian menggunakan prosedur pengambilan sampel nonprobability sampling dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dalam pengumpulan data dari para responden, yang dipilih dengan syarat, yaitu seluruh pegawai STMM Yogyakarta dengan masa kerja minimal 3 tahun dan tidak sedang melaksanakan tugas belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuesioner yang dikembangkan oleh Herscovitch dan Meyer (2002). Statistik deskriptif, uji t, uji ANOVA digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai STMM Yogyakarta memiliki (1) tingkat komitmen afektif terhadap perubahan yang tinggi, (2) tingkat komitmen kontinuans yang agak rendah, dan (3) tingkat komitmen normatif yang agak tinggi. Upaya mendeskripsikan komparasi ketiga komponen komitmen terhadap perubahan dilakukan dengan mengklasifikasikan responden berdasarkan jenis kelamin, usia, masa kerja serta latar belakang pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) tidak ada perbedaan signifikan tingkat komitmen afektif terhadap perubahan, tingkat komitmen kontinuans terhadap perubahan dan tingkat komitmen normatif terhadap perubahan berdasarkan jenis kelamin; (2) tidak ada perbedaan signifikan tingkat komitmen afektif terhadap perubahan, tingkat komitmen kontinuans terhadap perubahan serta tingkat komitmen normatif terhadap perubahan berdasarkan usia; (3) tidak terdapat perbedaan signifikan tingkat komitmen afektif terhadap perubahan, tingkat komitmen kontinuans terhadap perubahan dan tingkat komitmen normatif terhadap perubahan berdasarkan masa kerja; (4) tidak terdapat perbedaan tingkat komitmen afektif terhadap perubahan, tingkat komitmen kontinuans terhadap perubahan dan tingkat komitmen normatif terhadap perubahan berdasarkan latar belakang pendidikan.
Commitment to change is one of the important components for changes to be successfully implemented. The subject of this research is the employee of Sekolah Tinggi (STMM) Yogyakarta. STMM Yogyakarta was implementing organizational changes due to its transformation from Diklat Ahli to Sekolah Tinggi. Descriptive analytic using survey method was chosen to obtain description of three component of commitment and the comparison of those commitment components based on employee’s attributes. Non probability sampling method with purposive sampling technique was applied to gain the data from the respondents, whose fulfill the requirements of minimum 3 years tenure and free of learning duty. The descriptive statistics, t test, ANOVA test were applied to analyze the data. The result showed that, the employee of STMM Yogyakarta have (1) high level of affective commitment to change, (2) quite low level of continuance commitment to change and (3) quite high level of normative commitment to change. The attempt to depict the comparison among three component of commitment to change made by classifying respondents by gender, age, tenure and educational background. The results showed that (1) there ware no significant differences in affective commitment to change, continuance commitment to change and normative commitment to change based on gender; (2) there were no significant differences in affective commitment to change, continuance commitment to change and normative commitment to change based on age; (3) there were no significant differences in affective commitment to change, continuance commitment to change and normative commitment to change based on tenure; and (4) there were no significant differences in affective commitment to change, continuance commitment to change and normative commitment to change based on educational background.
Kata Kunci : perubahan organisasional, komitmen terhadap perubahan, komitmen afektif terhadap perubahan, komitmen kontinuans terhadap perubahan, komitmen normatif terhadap perubahan / organizational change, commitment to change, affective commitment to change, contin