ANALISIS EFISIENSI DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS STUDI KASUS PADA BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA
HENDY CANDRASUKMA, Sukmawati Sukamulja, Prof., Dr., M.M.
2017 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTAAspek terpenting dalam menilai kinerja suatu bank adalah efisiensi. Pemahaman akan efisiensi kinerja bank mutlak diperlukan dalam situasi persaingan industri perbankan yang semakin ketat, sesuai dengan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai peningkatan ketahanan, daya saing dan efisiensi perbankan nasional yang harus dilakukan oleh industri perbankan untuk penataan cakupan kegiatan usaha dan pembukaan jaringan kantor yang disesuaikan dengan kapasitas permodalan bank. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja efisiensi perbankan di Indonesia dengan status bank umum konvensional di Indonesia yang telah terdaftar di BEI (Tbk) selama periode 2011-2015 dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Efisiensi merupakan parameter teoritis yang dapat dipergunakan sebagai dasar untuk mengukur kinerja suatu bank. Pengukuran efisiensi perbankan dapat menggunakan metode non parametrik yaitu dengan metode Data Envelopment Analysis. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dengan diperoleh jumlah sampel sebanyak 25 bank terbagi menjadi 4 kelompok berdasarkan modal intinya atau disebut Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU). Kelompok BUKU1 terdiri dari 5 Bank, BUKU 2 terdiri dari 5 bank, BUKU 3 terdiri dari 11 bank dan BUKU 4 terdiri dari 4 bank. Uji hipotesis menggunakan analisis Anova untuk mengetahui adanya perbedaan nilai efisiensi kelompok perbankan. Uji hipotesis selanjutnya menggunaka korelasi Spearman untuk melihat hubungan antara efisiensi dengan variabel ROA, NPL, dan size (Total Aset). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum perbankan di Indonesia menunjukkan angka cukup yang baik, walaupun belum efisien secara sempurna (100%). Kelompok BUKU 1-4 setelah dianalisis menunjukan bahwa kelompok BUKU 4 merupakan yang paling efisien dibandingkan kelompok yang lain disusul BUKU 1, BUKU 3 dan yang terakhir BUKU 2. Hasil perbandingan berdasarkan kelompok bank yang diuji dengan Anova menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap nilai efisiensinya (p>0,05). Dengan melakukan uji korelasi antara efisien dengan variabel ROA,NPL dan Total Aset didapat bahwa ROA menunjukan korelasi yang cukup signifikan dibandingkan yang lain (Total Aset), sedangkan korelasi dengan NPL adalah tidak signifikan dan hubungannya negatif.
Efficiency is the important thing to measure Banking Performance. The most important aspect in assessing the performance of a bank is its efficiency. An understanding of the efficiency of the bank's performance is absolutely necessary in a situation of competitive banking industry intensifies, according to the directives of the Financial Services Authority (FSA) about the security improvement, competitiveness and efficiency of the national banking system should be done by the banking industry for structuring scope of business activities and networking office adapted to the capacity of bank capital. This study aims to analyze the performance efficiency of banks in Indonesia with the status of a conventional commercial bank in Indonesia which has been listed on the Stock Exchange (PT) during the period 2011-2015 using Data Envelopment Analysis (DEA). Efficiency is a theoretical parameter that can be used as a basis for measuring the performance of a bank. The measurement of efficiency banks can use non parametric Data Envelopment Analysis. Sampling technique used is purposive sampling, the number of samples obtained 25 banks divided into four groups based on core capital, or so-called Commercial Bank Business Group (CBBG). CBBG 1 group consisting of 5 Bank, CBBG 2 consists of five banks, CBBG 3 consists of 11 banks and CBBG 4 consists of four banks. Test the hypothesis using ANOVA analysis to determine the differences in the efficiency of the banking group. The next hypothesis testing menggunaka Spearman correlation to see the relationship between efficiency and ROA, NPL, and the size (total assets). The analysis showed that in general banks in Indonesia showed good numbers (97.7%), although not yet perfectly efficient (100%). CBBG groups 1-4 after analysis shows that groups CBBG 4 is the most efficient compared to the other group followed CBBG 1, CBBG 3 and the latter CBBG 2. The comparison is based on a group of banks that were tested by ANOVA showed that there was no significant difference to the value efficiency (p> 0.05). To test the correlation between efficient with ROA, NPL and Total Assets found that ROA shows a significant correlation than others (total assets), whereas no significant correlation NPL and inversely.
Kata Kunci : Efisiensi, Kelompok BUKU, Data Envelopment Analysis (DEA)