POTENSI ATRAKSI EKOWISATA UNTUK PERENCANAAN PROGRAM INTERPRETASI DI JALUR PENDAKIAN SUWANTING TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU
FEBRIAN ADITYA NUGRAHA, Ir, Retno Nur Utami, M.P.
2017 | Skripsi | S1 KEHUTANANTaman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan salah satu dari beberapa taman nasional di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2004. Kegiatan ekowisata di Taman Nasional Gunung Merbabu salah satunya adalah pendakian Gunung Merbabu. Jalur pendakian Gunung Merbabu diantaranya Jalur Selo, Jalur Wekas, Jalur Chuntel dan Jalur Thekelan yang mempunyai potensi atraksinya masingmasing dan sudah dikelola dengan baik. Pada tahun 2015 lalu terdapat jalur baru untuk mencapai puncak Gunung Merbabu, yaitu Jalur Suwanting. Dengan adanya Jalur Pendakian Suwanting ini perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui potensi atraksi ekoswisata di jalur pendakian tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk merekomendasikan jalur interpretasi yang dapat dibuat untuk mendukung kegiatan ekowisata di Jalur Pendakian Suwanting TNGMb. Penelitian dimulai dengan melakukan inventarisasi terhadap potensi flora, fauna, lanskap, dan budaya. Data mengenai potensi lanskap diperoleh dengan cara melakukan penilaian secara visual menurut parameter Bureau Land of Management. Pengumpulan data flora dan fauna dilakukan dengan cara mencatat secara langsung jenis-jenis yang ditemui. Data mengenai potensi budaya diperoleh dengan cara mendata seluruh objek yang ada. Data mengenai potensi objek yang terdapat di Jalur Pendakian Suwanting TNGMb kemudian dianalisis secara deskriptif dan hasilnya digunakan untuk menyusun jalur interpretasi alam. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalur Pendakian Suwanting TNGMb memiliki potensi atraksi yang dapat digunakan dalam kegiatan interpretasi alam. Berdasarkan data potensi atraksi flora, fauna, lanskap, dan budaya yang telah didapatkan, terdapat empat jalur yang dapat digunakan untuk kegiatan interpretasi alam. Jalur-jalur tersebut adalah jalur interpretasi batas kawasan TNGMb-hutan pinus, jalur interpretasi hutan pinus-hutan manding, jalur interpretasi hutan pinus-sabana, dan jalur interpretasi batas kawasan TNGMb-puncak Gunung Merbabu.
Mount Merbabu National Park (MMNP) is one of Indonesian national parks which was declared as national park in 2004. One of ecotourism activities in MMNP is the climbing to the peak of Mount Merbabu through several climbing tracks, named Selo Track, Wekas Track, Chuntel Track, and Thekelan Track. Each track has its own potentials of attraction and is being managed properly. In 2015, a new climbing track to reach the peak of Mount Merbabu was opened, which is called as Suwanting Track. A research to reveal these potentials is needed. The aims of this research are to analyze the potentials of the ecotourism attraction and to recommend the interpretation track alternatives to support the ecotourism activity at Suwanting Track at MMNP. The research was done by inventorying the flora, fauna, landscape, and cultural aspect potentials of Suwanting Track. The data of the landscape potentials were obtained by assessing the landscape visually based on Bureau Land of Management parameters. The data of the flora and fauna potentials were collected by recording the encountered species directly. The data of the cultural aspect potentials were obtained by recording all the existing objects. The obtained data of there potentials were then analyzed descriptively. The result of the analysis, then, was used to create the interpretation track alternatives. The research results showed that Suwanting Track at MMNP has plenty potentials of ecotourism that can be used for the nature interpretation activity. Based on the data of the flora, fauna, landscape, and cultural aspect potentials, it can be offered four track alternatives for nature interpretation activity along Suwanting Track at MMNP. Those are Border Area of MMNP-Pine Forest Interpretation Track, Pine Forest-Manding Forest Interpretation Track, Pine Forest-Savannah, and Border Area of MMNP-Peak of Mount Merbabu Track.
Kata Kunci : Jalur Pendakian Suwanting, TNGMb, Merbabu, Ekowisata, Interpretasi Alam;Suwanting Climbing Track, MMNP, Merbabu, ecotourism, nature interpretation