HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MAKAN DAN KETIDAKPUASAN BENTUK TUBUH PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
MUHAMMAD ADI BHARATA, Janatin Hastuti, S.Si, M.Kes., Ph.D;Dra.Neni Trilusiana Rahmawati, M.Kes., Ph.D
2016 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERABSTRAK Latar Belakang: Kebiasaan makan pada masa remaja dapat mempengaruhi ketidakpuasan bentuk tubuh. Pada remaja yang memiliki kebiasaan makan yang buruk cenderung untuk membandingkan bentuk tubuhnya dengan bentuk tubuh teman sebayanya yang dianggap ideal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan makan dengan ketidakpuasan bentuk tubuh pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional, subjek berjumlah 128 orang, yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Subjek adalah mahasiswa FK UGM dengan usia 19 hingga 24 tahun, dengan menggunanakan kuesioner Eating Habit Questionnaire (EHQ) dan Contour Rating Drawing Scale (CDRS). Analisis data menggunakan uji t-independent, uji regresi linier dan uji spearman. Hasil: Kebiasaan makan berhubungan secara positif dan signifikan dengan ketidakpuasan bentuk tubuh (p<0,05). 8,5% pada mahasiswa laki-laki dan 8,6% pada mahasiswa perempuan memiliki hubungan antara kebiasaan makan dengan ketidakpuasan bentuk tubuh. Dimana 9% ketidakpuasan bentuk tubuh dipengaruhi oleh kebiasaan makan pada mahasiswa laki-laki dan perempuan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebiasaan makan dengan ketidakpuasan bentuk tubuh pada mahasiswa laki-laki dan perempuan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kata kunci: kebiasaan makan; ketidakpuasan bentuk tubuh; mahasiswa; remaja
ABSTRACT Background: Eating habits that occur in adolescence may affect body dissatisfaction. Adolescents who have bad eating habits tend to compare their body shape to their peers who are considered ideal. Objective: To determine the relationship between eating dissatisfaction and body dissatisfaction on students of the Faculty of Medicine, Gadjah Mada University Yogyakarta. Methods: This research is descriptive analytic study using cross sectional, subjects were 128, consisting of both males and females. Subjects were students of Faculty of Medicine. Age were 19 to 24 years, with using Eating Habit Questionnaire (EHQ) and Contour Drawing Rating Scale (CDRS). Statistic analysis was done using independent t-test, linear regression and Spearman test. Results: Eating habit has positive and significant relation to body dissatisfaction (p <0.05). The results showed 8.5% of male students and 8.6% of female students have a relationship between eating habits and body dissatisfaction. Where 9% body dissatisfaction is influenced by eating habits on male and female students in Faculty of Medicine, Gadjah Mada University. Conclusion: There is a positive and significant correlation between eating habits and body dissatisfaction on male and female students in Faculty of Medicine Gadjah Mada University Yogyakarta. Keywords: Eating habit; body dissatisfaction; students; teenager
Kata Kunci : kebiasaan makan; ketidakpuasan bentuk tubuh; mahasiswa; remaja