Laporkan Masalah

BAHAI AND PEASANT RESISTANCE IN NORTHEAST THAILAND (A CASE STUDY OF SANTITHAM SCHOOL)

AMANAH, siti syamsiyatun,Ph.D;Prof.Mark Woodward,Ph.D

2017 | Disertasi | S3 INTER-RELIGIOUS STUDIES

Study ini mencoba untuk menawarkan dimensi penting mengenai keilmuan yang akan menjelaskan permasalahan politik keagamaan dan gerakan perlawanan masyarakat petani di Thailand utara. Ide pokok utama mengenai study ini adalah gerakan agama Baha'i yang direpresentasikan melalui pendidikan alternative, sekolah Santitham yang memiliki basis pemikiran teologi pembebasan. Idealnya, pendidikan dan sekolahan menjadi alat yang paling strategis dalam melakukan gerakan untuk melawan kekuatan dominasi dan hegemoni politik, ekonomi, sosial dan agama. Sebab agama memiliki engaruh penting dalam kehidupan sehari-hari (Parson, 2003: 17). Agama sebagai salah satu sumber utama bagi perubahan sosial.Tujuan utama dari penelitian ini adalah ingin melihat bagaimana penerimaan agama Bahai dalam masyarakat Buddhis dan penganut kepercayaan lokal di Yasothon sebagai masyarakat petani. Secara umum, gerakan Baha'i di Asia Tenggara seperti di Thailand berkaitan dengan narasi sejarah marginalisasi, penganiayaan, dan penindasan yang dialami oleh penganut Baha'i di Iran khususnya di akhir abad 19. Pada saat itu organisasi Baha'i dibubarkan oleh pemerintah, property mereka disita, tempat-tempat ibadah penganut Bahai dihancurkan, dan pemakaman mereka dibinasakan sehingga umat Baha'i tidak punya hak-hak sipil (Kazamzadeh, 2002: 537-558). Selama perkembangan agama Baha'i, penganut Baha'i di beberapa Negara mengalami beberapa kesulitan terutama berkaitan dengan masalah identitas, tekanan politik, diskriminasi, penindasan, dan masalahhak-hak sipil lainnya. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini bermaksud menghubungkan masalah politik di Thailand yang berkaitan erat dengan gerakan keagamaan dan perlawanan masyarakat petani khususnya di wilayah utara yang di mana bentuk-bentuk perlawanan itu muncul dalam bentuk lembaga pendidikan seperti sekolah Santitham Bahai di Yasothon. Thailand sebagai wilayah penelitian karena memiliki populasi etnis yang berbeda-beda, sehingga penelitian ethnografi mengenai gerakan agama Baha'i ini ingin mengetahui bagaimana konsep teologi pembebasan yang telah mereka terapkan baik di sekolah maupun dalam ruang gerakan keagamaan sebagai alat perlawanan politik masyarakat petani Isan di Yasothon. Sejarah benturan politik dan konflik antara masyarakat Isan dan kerajaan Siam ditandai dengan hadirnya perbedaan etnis yang tidak bisa dipungkiri. Latar belakang masyarkat Isan adalah orang Laos yang bermigrasi kewilayah Thailand utara yakni perbatasan antara Thailand dan Laos, yang terjadi pada pertengahan awal abad 17 (Srisakkara 1990: 283-284, Phatharathananunth 2006: 24). Sejarah masyarakat Isan berkaitan erat dengan gerakan akar rumput yakni pemberontakan massif dan revolusi petani Isan pada tahun 1960an. Pada kesimpulannya penelitian ini ingin lebih lanjut melakukan analisis mendalam mengenai transformasi keagamaan dalam hal ini Bahai dan gerakan perlawanan masyarakat petani di Isan melalui tiga poin utama (1) Agama Baha'i yang disimbolkan melalui hadirnya sekolahan Santitham dengan prinsip dan ajaran teologi pembebasan (2) Gerakan perlawanan dan narasi masyarakat petani di Isan(3) Buddhism dan politik pemerintahan Thailand

This study attempts to propose important dimensions of the scholarship that will explain religio-politics and resistance movement of peasants in Northeast - Thailand. The first line is the Bahai movement that initiated alternative education so-called Santitham School with the basic foundation of liberation theology. The school and education must have link to the resistance movement which embeds to the power of domination and hegemony. Religion is a vital influence in everyday life (Parson, 2003: 17). Religion plays important role as essential source of social change. The prominent purpose of this study is to address Buddhism and the local belief in Yasothon as the religious paradigm for the acceptance of the Bahai faith in the context of Isan peasantry. Generally speaking, Bahai movement in Southeast Asia such as Thailand relates to the historical narrative of marginalization, persecution, and oppression experienced by many Baha is especially in the late nineteenth century. At the time, Baha'i institutions were disbanded, community properties confiscated, holy places demolished, and cemeteries desecrated. Baha'is had no civil rights (Kazamzadeh, 2002: 537-558).During the development of Bahai religion, Bahai communities in several countries have been suffered and have experienced some perpetual difficulties related to identity, political pressure, discrimination, oppression, and problem of civil rights. My purpose of this study is to collaborate the issue of Thai-current political situation as well as resistance movement in Northeast Thailand represented by the Bahai Santitham School in Yasothon. By determining Thailand that has different ethnics groups, I start to conduct ethnography fieldwork about the Bahai movement to examine simultaneous concepts of their liberation theology that has been implemented and developed through their education and movement as a political tool of resistance in peasantry of Isan - Yasothon. The historical fact between Isan and the Siamese kingdom was full of conflicts, due to ethnic differences. However, the majority of Isan people were Lao who migrated to Isan, the border between Lao and Thailand, in the beginning of seventeenth centuries (Srisakkara 1990: 283-284, Phatharathananunth 2006: 24). Isan people are associated with grassroots movement that they became a legend with which later Isan farmers movements and rebellion happening in 1960s.In summary, this further study aims to analyze religious transformation represented by the Bahai sm as well as the resistance of peasantry in Isan through three points (1) Bahai faith implemented by the Santitham School with the basic foundation of liberation theology (2) Resistance movement represented by peasantry in Isan (3) Buddhism and the Thai government/state.

Kata Kunci : Buddhism dan politik pemerintahan Thailand.