ZONASI KERENTANAN GERAKAN MASSA DI DESA PENUNGKULAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN GEBANG,KABUPATEN PURWOREJO, PROVINSI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)
MUHAMMAD SHALAHUDDIN, I Gde Budi Indrawan, S.T., M.Eng., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIBencana gerakan massa sering terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya. Bencana ini sering melanda terutama pada daerah perbukitan dengan iklim tropis. Indonesia merupakan salah satu negara dengan kondisi alam yang sangat memungkinkan terjadinya gerakan massa didukung dengan adanya faktor-faktor penyebab dan faktor-faktor pemicu gerakan massa. Bencana longsor dapat merusak fasilitas umum, perumahan, lahan pertanian, bangunan lainnya yang cukup fundamental pada suatu daerah seperti perkantoran, dinas-dinas, sekolah, dll. Kabupaten Purworejo merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang rentan akan gerakan tanah atau longsor berdasarkan informasi yang didapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo (BPBD). Untuk mengetahui zona kerentanan massa pada daerah desa Penungkulan dan sekitarnya perlu dilakukan penelitian berdasarkan beberapa parameter yang mempengaruhinya dengan pendekatan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Parameter yang digunakan dalam analisis yaitu kondisi geologi, geomorfologi, tata air lereng, dan tata guna lahan. Daerah Desa Penungkulan dan sekitarnya terbagi menjadi 4 zona kerentanan gerakan massa yaitu sangat rendah, rendah, menegah, dan tinggi. Semakin tinggi zona suatu daerah maka daerah tersebut semakin rentan untuk terjadi gerakan massa.
Disaster mass movement often occur worldwide each year. These disasters often hit especially in hilly areas with a tropical climate. Indonesia is one country with natural conditions so allow the mass movement supported by the causal factors and the factors that trigger mass movement. Landslides can damage public facilities, housing, agricultural land, other buildings are quite fundamental in an area such as office buildings, offices, schools, etc. Purworejo Regency is one area in Central Java province vulnerable to soil movement or landslides based on information obtained from the Regional Disaster Management Agency Purworejo (BPBD). To determine the mass of vulnerability zones in the area and surrounding villages Penungkulan research must be done based on some parameters that influence the approach of Analytic Hierarchy Process (AHP). The parameters used in the analysis is the condition of geology, geomorphology, hydrology slope, and land use. Penungkulan village and surrounding area is divided into four zones, namely the vulnerability of the mass movement is very low, low, medium, and high. The higher the zone an area then the area more susceptible to mass movement occurs.
Kata Kunci : Gerakan massa, AHP, Desa Penungkulan