GAMBARAN REKAM MEDIS DAN INFORMED CONSENT TERTULIS SEBAGAI ANTISIPASI SENGKETA MEDIS PADA PASIEN TINDAKAN MEDIS BERISIKO TINGGI DI SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN
ETA AURIA LATIEFA, dr. Beta Ahlam Gizela, Sp.F., DFM; dr. Martiana Suciningtyas TA, Sp.F; dr. Hendro Widagdo, Sp.F
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Rekam medis dan informed consent tertulis memiliki banyak peranan penting, salah satunya adalah melindungi kepentingan hukum bagi pasien, rumah sakit, maupun dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Fungsi ini sangat berperan dalam proses pelaksanaan tindakan medis berisiko tinggi, terutama pada departemen yang cukup banyak menyelenggarakan tindakan tersebut. Tujuan: Mengetahui gambaran kualitas rekam medis dan informed consent tertulis dilihat dari sisi medis dan hukum pada pasien tindakan medis berisiko tinggi di SMF Obstetri dan Ginekologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif terhadap rekam medis dan informed consent tertulis pada pasien tindakan medis berisiko tinggi di SMF Obstetri dan Ginekologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Sampel yang digunakan berkisar dari bulan Oktober 2015-Maret 2016. Sebanyak 100 sampel penelitian diambil dengan perhitungan simple random sampling kemudian ditelaah kelengkapan isi dan otentisitasnya. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa kualitas rekam medis dari sisi medis memiliki kategori baik sejumlah 79,0%; kurang baik 18,0%; dan buruk 3,0%. Sedangkan dilihat dari sisi hukum, persentase kategori baik sejumlah 5,0% dan kategori buruk 95,0%. Kualitas informed consent tertulis dari sisi medis memiliki kategori baik sejumlah 68,0%; kurang baik 16,0%; dan buruk 16,0%. Sedangkan dari sisi hukum, persentase kategori baik sejumlah 22,0% dan kategori buruk sejumlah 78,0%. Kesimpulan: Rekam medis dan informed consent tertulis pada pasien tindakan medis berisiko tinggi di SMF Obstetri dan Ginekologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten secara mayoritas sama-sama memiliki kualitas yang baik dari sisi medis dan kualitas yang buruk dari sisi hukum.
Background: Medical records and written informed consents have many important roles, such as protecting legal concerns for patients, hospitals, doctors, and other health workers. This such function is very important in several departments in which many high-risk medical interventions are held. Objective: This study was aimed to know the quality of medical records and written informed consents from medical and legal aspect on patients underwent high-risk medical intervention in Obstetrics and Gynecology Department RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Method: This was an observational descriptive study concerning on medical records and written informed consents on patients with high-risk medical intervention in Obstetrics and Gynecology Department RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. As many as 100 samples were used, ranged from October 2015 to March 2016, and were taken with simple random sampling with the content and authenticity reviewed. Results: Data showed the quality of medical records from medical aspect were 79.0% good, 18.0% average, and 3.0% poor, whereas from legal aspect they were 5.0% good and 95.0% poor. The quality of written informed consents from medical aspect were 68.0% good, 16.0% average, and 16.0% poor, whereas from legal aspect they were 22.0% good and 78.0% poor. Conclusion: Medical records and written informed consents on patients of high-risk medical intervention in Obstetrics and Gynecology Department RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten generally have good quality from medical aspect and poor quality from law aspect.
Kata Kunci : Rekam medis, informed consent tertulis, kualitas medis, kualitas hukum, kelengkapan isi, otentisitas.