Hubungan Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Intensitas Nyeri Dysmenorrhea pada Remaja Perempuan Usia 13-15 Tahun di Yogyakarta
ANDIKA SATYA PUTRA, Dra. Neni T. Rahmawati, M.Kes., Ph. D; Rusyad Adi Suriyanto, S.Sos., M.Hum.
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLATAR BELAKANG: Dewasa ini rasio lingkar pinggang-panggul dipelajari oleh para ahli obstetri dan ginekologi dalam memprediksi status reproduksi perempuan dan siklus menstruasi. Populasi remaja perempuan di Yogyakarta cukup ideal untuk dilakukan pengamatan mengenai siklus menstruasi dan kejadian dysmenorrhea. TUJUAN: Mengetahui hubungan antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap intensitas nyeri dysmenorrhea pada remaja perempuan usia 13-15 tahun di Yogyakarta. METODE: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitan observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitan adalah 257 siswi SMP N 1 Sewon, Bantul dan SMP N 2 Yogyakarta yang berusia 13-15 tahun sejumlah. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2015. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui karateristik subjek, uji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas dengan uji Levene, dan analisis bivariat dengan uji Spearman's Rank Correlation. HASIL: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap intensitas nyeri dysmenorrhea (p=0,786). KESIMPULAN: Tidak terdapat hubungan antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap intensitas nyeri dysmenorrhea. Faktor yang kemungkinan mempengaruhi hubungan antara rasio lingkar pinggang-panggul terhadap intensitas nyeri dysmenorrhea namun tidak diobservasi dalam penelitian antara lain kondisi depresi dan cemas, percobaan penurunan berat badan, gangguan pada hubungan sosial, kondisi menstruasi yang berlebih, nuliparitas, dan merokok.
BACKGROUND: Waist-to-hip ratio was studied by experts of obstetrics and gynecology to predict the status of women reproductive health. Women population in Yogyakarta was quite ideal for the observation of the menstrual cycle and the incidence of dysmenorrhea. PURPOSE: Discovered the correlation between waist-to-hip ratio with dysmenorrhea pain intensity on Female Teenagers between 13 to 15 years old in Yogyakarta. METHOD: The research type was observational analytic with cross-sectional design The subjects were 257 female students of SMP N 1 Sewon, Bantul and SMP N 2 Yogyakarta. The research was held on August 2015. The statistical analysis used univariate analysis to determine the characteristics of the subject, normality test with Kolmogorov-Smirnov test, homogenity test with Levene test, and bivariate analysis using Spearman's Rank Correlation test. RESULT: No significant correlation between waist-to-hip ratio with dysmenorrhea pain intensity (p = 0,786). CONCLUSION: There was no relationship between waist-to-hip circumference ratio to the intensity of dysmenorrhea pain. Factors that may affect the relationship between waist-to-hip ratio with dysmenorrhea pain intensity but not observed in this study included depression and anxiety, weight loss experiments, distruption of social relationships, excessive menstrual conditions, nulliparity, and smoking.
Kata Kunci : rasio lingkar pinggang-panggul, intensitas nyeri, menstruasi, dysmenorrhea, remaja perempuan