THE SOMATIC SYMPTOM OF ANXIETY IN BENZODIAZEPINE USERS BASED ON MINNESOTA MULTIPHASIC PERSONALITY INVENTORY 2 (MMPI-2) TEST
CHRISTOPHER ANDREAN, dr. Silas Henry Ismanto, Sp. KJ; dr. Irwan Supriyanto, Ph.D; Dr. Dra. Sumarni, M.Si, P.Si
2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang : Kecanduan obat telah menjadi isu penting yang dihadapi oleh masyarakat di seluruh dunia. Perkiraan global pada tahun 2004 menunjukan bahwa 0.4% dari seluruh kematian serta 0.9% dari beban penyakit global berdasarkan disability-adjusted life years (DALYs) disebabkan oleh penyalahgunaan substansi. Ciri kepribadian dan karakteristik demografis merupakan salah satu dari banyak faktor yang berkontribusi terhadap kecenderungan penyalahgunaan dan kecanduan obat. Gejala somatis oleh karena ansietas adalah salah satu ciri kepribadian yang mungkin berhubungan terhadap penyalahgunaan benzodiazepine karena substansi tersebut telah lama menjadi obat dalam merawat ansietas. Benzodiazepine merupakan salah satu substansi yang sering disalahgunakan oleh karena khasiatnya, harganya, serta ketersediaannya yang sangat luas sehingga membuat karakteristic demografis sangat penting dalam mengembangkan sifat kecanduan terhadap benzodiazepine Tujuan : Mencari tahu asosiasi antara gejala somatic oleh karena ansietas dan kecanduan benzodiazepine dengan cara membandingkan hasil tes MMPI-2 pada pengguna benzodiazepine dan bukan pengguna benzodiazepine di Yogyakarta Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-analitik menggunakan metode cross-sectional. Subjek penelitian adalah pasien dengan kecanduan benzodiazepine kronis di RS Sardjito dan tempat praktek Spesialis Kedokteran Jiwa. Setelah subjek didiagnosa memiliki kecanduan benzodiazepine, nilai pada skala clinical dan content yang berhubungan dengan gejala somatic oleh karena ansietas akan diukur menggunakan tes MMPI-2. Tes MMPI-2 kemudian akan diulang kepada bukan pengguna benzodiazepine dan dibandingkan. Hasil : Umur rata-rata pengguna benzodiazepine (33,44 + 6,61) lebih tua dibandingkan grup kontrol (31,45 + 7,10), dimana orang yang sudah xiii menikah lebih banyak pada pengguna benzodiazepine (66.7%) dibandingkan dengan kontrol (57,5%). Grup kontrol memiliki status edukasi yang lebih tinggi dibandingkan pengguna benzodiazepine ditunjukan dengan semua subjek di grup kontrol telah melalui jenjang SMA. Dengan menggunakan studi analitik, perbedaan antara pengguna benzodiazepine dan grup kontrol dalam ratarata umur dan status pernikahan tidak signifikan ditunjukan dengan nilai p lebih dari 0.05, dimana nilai p untuk perbedaan tingkat pendidikan adalah kurang dari 0.05. terdapat hubungan antara penggunaan benzodiazepine dengan cirri kepribadian yang berkaitan dengan gejala somatis oleh karena ansietas, ditunjukan dari nilai p yang kurang dari 0.05 pada semua ciri kepribadian dengan kekuatan yang berbeda-beda. Ansietas berhubungan erat dengan penggunaan benzodiazepine, diikuti oleh masalah kesehatan, komplain somatis, kerusakan fisik, ketakutan, dan hipokondria. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara karakteristik demografik, gejala somatis oleh karena ansietas dan penggunaan benzodiazepine dengan derajat kekuatan yang berbeda-beda
Background: Drug addiction has been an important issue faced by community worldwide. Global estimates for 2004 showed that 0,4% of all death and 0,9% of global disease burden according to disability-adjusted life years (DALYs) were attributed to substance abuse. Personality traits and demographic characteristics are some of many factors that contributed to tendency of substance abuse and addiction. Somatic symptom of anxiety is one of personality traits which might correlates with benzodiazepine addiction because the substance has long been a medication to treat anxiety. Benzodiazepine is one of substance which has been abused widely because of its properties, cheap price, and widespread availability, thus making the demographic characteristic important in developing benzodiazepine addiction. Objective: To find association between somatic symptom of anxiety and benzodiazepine addiction by comparing MMPI-2 test result of benzodiazepine users and nonusers in Yogyakarta. Method: This study is descriptive-analytical study with cross-sectional method. Research subjects are patients with chronic addiction to benzodiazepine at Sardjito Hospital psychiatry ward and psychiatrists’ private practice patients. After the subject is diagnosed as addicted to benzodiazepine, his/ her content and clinical scales which are related somatic symptom of anxiety are checked by using MMPI-2 test. The test is then repeated using people that are declared as nonbenzodiazepine users and the results of both test will be analysed and compared along with the demographic characteristics of the subjects. Result: Mean age of benzodiazepine users (33,44 + 6,61) is slightly older than control group (31,45 + 7,10) with married subjects in benzodiazepine users (66.7%) are higher than control group (57,5%). Control group has higher educational status than benzodiazepine users shown in all of subjects in control group have graduated from high school. Using analytical study, xv differences between benzodiazepine users and control group in mean age and marital status is not significant, presented by p value >0,05 whereas p value of educational status is less than 0,05. There is association between benzodiazepine usage status and personality profile related to somatic symptom of anxiety with anxiety, shown in p value <0,05 in all personality profile with different degree of strength assessed by contingency coefficient. Anxiety has the strongest association with benzodiazepine use, followed by health concerns, somatic complaints, physical malfunctioning, fears, and hypochondriasis. Conclusion: There is significant association between demographic characteristic, somatic symptom of anxiety and benzodiazepine use with different degree of strength of association.
Kata Kunci : benzodiazepine, health anxiety, mmpi-2