Derajat Miopia pada Berbagai Durasi Melihat Dekat pada Pekerja di Pabrik Konimex
ALBERTUS DENNY, dr. Sagung Gede Indrawati, Sp.M; Dr. dr. Retno Ekantini, Sp.M(K), M. Kes
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Miopia merupakan kelainan refraksi mata yang telah menjadi masalah global, serta kejadiannya terus meningkat karena perubahan gaya hidup di era globalisasi. Berdasarkan faktor resiko miopia, penyesuaian aktifitas melihat dekat merupakan salah satu faktor yang dapat disesuaikan untuk mencegah terjadinya miopia. Pekerja pabrik obat PT Konimex banyak yang mengalami kelainan refraksi dan memiliki resiko terjadinya miopia, oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melihat derajat miopia pada berbagai durasi aktifitas melihat pada pekerja di pabrik obat PT Konimex. Tujuan: Mengetahui derajat miopia karyawan pabrik PT Konimex berdasarkan durasi aktifitas melihat dekat. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dari pekerja PT Konimex dilakukan pada tanggal 18-28 Juli 2016, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi yang digunakan adalah semua pekerja PT Konimex, sedangkan dieksklusi bila pekerja tidak kooperatif dan memiliki penyakit mata strabismus dan katarak. Pengambilan data pertama berupa identitas umum dan durasi aktifitas melihat dekat dilakukan dengan anamnesis. Pengambilan data kedua berupa derajat miopia dilakukan dengan handheld autorefraktometer. Hasil data disajikan dalam bentuk deskriptif. Variabel bebas penelitian ini adalah durasi aktifitas melihat dekat pada pekerja PT Konimex, sedangkan variabel terikatnya adalah derajat miopia pada pekerja PT Konimex. Hasil: Prevalensi miopia pada pekerja yang melihat dekat di pabrik obat PT Konimex adalah 25,9%, dengan prosentase subjek paling tinggi ada pada kelompok derajat miopia ringan. Rerata durasi melihat dekat singkat paling rendah ada pada kelompok dengan derajat miopia ringan, sedangkan yang paling tinggi ada pada kelompok dengan derajat miopia berat. Rerata sferis ekuivalen pada pekerja dengan miopia yang melakukan aktifitas melihat dekat adalah 2,32 ± 2,1 D. Pada miopia derajat ringan dan sedang, semakin lama durasi melihat dekat, rerata nilai sferis ekuivalen semakin tinggi. Kesimpulan : Pada kelompok miopia ringan dan sedang, rerata sferis ekuivalen paling rendah ada pada kelompok durasi singkat, sedangkan yang paling tinggi ada pada kelompok durasi lama. Pada kelompok miopia berat, rerata sferis ekuivalen paling rendah ada pada kelompok durasi singkat, sedangkan yang paling tinggi ada pada kelompok durasi sedang.
Background: Myopia is a refractive abnormality that become a global issue. The prevalence is rising because of the globalisation era. From the risk factor of myopia, adjusting the habit of nearwork is one solution to prevent myopia. The employee at Konimex drug factory have high prevalence of refractive abnormalities and risk factors of myopia. So the author is interested in the study about the grade of myopia in varying durations of nearwork at Konimex's drug factory workers. Purpose: To know the grade of myopia in varying durations of nearwork at Konimex's drug factory workers. Method: This study is a descriptive study. The sampling from Konimex's drug factory workers has been done on 18-28 of July 2016 based on inclusion and exclusion criterias. The inclusion criteria is all of the Konimex's drug factory workers, and the exclusion criteria are the worker has cataract and/or strabismus, and the worker is not cooperative when the study is done. The first data collected are workers identity and the duration of nearwork. The second data collected is the grade of myopia, measured by handheld autorefractometer. The data results presented in descriptive form. The independent variable is the duration of nearwork, and the dependent variable is the grade of myopia. Result: The prevalence of myopia in workers that doing the nearwork activities is 25,9%, with the highest subject's percentage is on mild-myopia. The lowest average of duration of near-work is on mild myopia, and the highest is on severemyopia. The average of spherical equivalent is 2,32 ± 2,1 D. On mild and moderate myopia, the longer the duration of nearwork, the higher the average of spherical equivalent. Conclusion: On mild and moderate myopia, the lowest average of spherical equivalent is in the group of short duration of nearwork, and the highest is in the group of long duration of nearwork. On severe myopia, the lowest average of spherical equivalent is in the group of short duration of nearwork, and the highest is in the group of moderate duration of nearwork.
Kata Kunci : sferis, miopia, nearwork