Laporkan Masalah

KAJIAN KARAKTERISTIK DAN ZONASI SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN

BAKHTIAR ARIF M, Dr. Langgeng Wahyu S,. M.Si. ; Nur Mohammad Farda, S.Si., M.Cs.

2017 | Tesis | S2 Geografi

Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan daerah yang memiliki berbagai kekayaan sumberdaya kepesisiran. Salah satu diantaranya adalah hutan mangrove. Hutan mangrove perlu dikelola dan dimanfaatkan dengan benar dikelola untuk pembangunan yang berkelanjutan. Diperlukan adanya suatu informasi hutan mangrove untuk mempermudah pengelolaan hutan mangrove. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi hutan mangrove di Kabupaten Banggai Kepulauan, menentukan arahan zonasi pengelolaan hutan mangrove berdasarkan kondisi hutan mangrove dan menyusun model diseminasi informasi arahan zonasi pengelolaan hutan mangrove berbasis geospasial yang dapat diakses oleh publik Variabel yang digunakan untuk analisis arahan pengelolaan hutan mangrove adalah kondisi vegetasi, analisis tingkat kesehatan, analisis tingkat kerusakan, analisis lahan potensial, analisis fungsi kawasan hutan dan analisis ancaman kerusakan. Pendekatan studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan spasial-ekologis. Pendekatan pelaksanaan studi yang digunakan adalah integrasi antara teknik penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan untuk analisis arahan zonasi pengelolaan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Selanjutnya, basis yang digunakan dalam pembuatan model diseminasi informasi arahan zonasi pengelolaan hutan mangrove adalah berbasis webservices Hasil penelitian terkait kondisi hutan mangrove menunjukkan bahwa kondisi hutan mangrove di Kabupaten Banggai Kepulauan termasuk dalam kondisi yang baik. Mengingat sebagian besar lahan yang ada sesuai untuk tumbuh dan berkembang, serta sebagian besar hutan mangrove yang (fungsi kawasan hutan) berada pada areal penggunaan lain, hutan mangrove di Kabupaten Banggai Kepulauan sangat berpeluang untuk dapat dikelola dengan baik supaya berkelanjutan, meskipun tingkat ancaman kerusakan yang tinggi dan tingkat kesehatan yang dominan stress. Hasil penentuan arahan zonasi pengelolaan menunjukkan bahwa prioritas utama arahan pengelolaan huan mangrove adalah zona perlindungan. Prioritas selanjutnya adalah zona pengembangan kemudian zona pelestarian. Berdasarkan urutan prioritas tersebut, mengindikasikan bahwa hutan mangrove di Kabupaten Banggai Kepulauan sangat dibutuhkan keberadaanya dengan tetap memanfaatkan hutan mangrove tersebut untuk kepentingan masyarakat. Model diseminasi informasi arahan zonasi pengelolaan hutan mangrove dapat didiseminasikan berbasis geospasial. Model ini dapat diakses oleh publik dalam suatu bentuk aplikasi yang interaktif melalui perangkat perambah jaringan internet, dengan berbagai menu yang disediakan. Publik juga dapat mengakes informasi geospasial hutan mangrove dalam bentuk cetak dan elektronik

Banggai Kepulauan Regency is one of regency in Central Sulawesi Province which has various coastal resource. One of its coastal resource is mangrove forest. Mangrove forest is important resource among the caoastal resource. Mangrove forest should be manage properly in order to sustainable development. Information of mangrove forest is a need to manage it properly. The aims of this research are to identify mangrove forest condition, to propose mangrove zoning management and to create model disemination of mangrove zoning management based on geospatial information. Variables to propose mangrove zoning management analysis are mangrove forest condition, mangrove forest health, mangrove forest damage, mangrove forest land suitability, law forest area, and mangrove forest damage threat. The approach of this research is spatial-ecology, remote sensing and GIS is use as technical approach. Analytical Hierarchy Process used to propose mangrove zoning management. Model disemination of mangrove zoning management, created through webservice method. Result of the analysis related to mangrove forest condition shows that mangrove in Banggai Kepulauan Regency is categorized into good condition. It is a big oportunity to manage mangrove forest properly because most of mangrove forest are grow on suitable land and located in allowed law forest area. Based on forest health analysis, mangrove forest in research area are into dominant stress category, and also dominant as high category on threat forest damage Variabel. This research propose that mangrove zoning management into three zone, namely preservation zone, conservation zone and development zone. The first order priority of mangrove forest management based on this research is preservaton zone, next is development zone and the last is conservation zone. The priority means mangrove forest in Banggai Kepulauan Regency is need of it������¢���¯���¿���½���¯���¿���½s existence dispute the people take benefit. Model dissemination has published electronically based on geospatial information. It can be accessed by user as an interactive aplication through Internet browser, using internet connection. The application perform with various tools to explore mangrove information. Beside electronic format, user can also access it on hardcopy format by save view application in print mode.

Kata Kunci : mangrove, management, banggai kepulauan, geospasial, ahp

  1. S2-2017-360187-abstract.pdf  
  2. S2-2017-360187-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-360187-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-360187-title.pdf