PROPORSI JARAK MELIHAT DEKAT DENGAN TINGKAT KEPARAHAN MIOPIA PADA PEKERJA PABRIK KONIMEX SUKOHARJO
LEVIN SEPTERIAN, dr. Sagung Gede Indrawati, SpM; Dr. dr. Retno Ekantini, SpM(K), M. Kes; dr. Angela Nurini Agni, SpM(K), M.Kes
2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Sebagai salah satu penyakit refraksi optis yang banyak diderita, miopia dapat timbul dikarenakan kebiasaan melihat dekat sebagai salah satu faktor yang paling umum. Adakah faktor ini dipengaruhi oleh besar jarak pandang individu dalam melihat dekat memicu keinginan peneliti untuk mencari proporsi antara jarak masing masing pekerja pabrik Konimex Sukoharjo dalam melihat dekat beserta intensitas keparahan miopi yang mereka derita. Tujuan: Mengetahui proporsi antara jarak melihat dekat dengan tingkat keparahan miopia pekerja pabrik Konimex Sukoharjo. Metode Penelitian: Penelitian dijalankan pada tanggal 18 Juli sampai 28 Juli 2016 berupa penelitian deskriptif. Dengan anamnesis dan pemeriksaan skrining menggunakan Handheld Autorefractometer, didapatkan sampel berupa sekumpulan pekerja pabrik yang memiliki kelainan refraksi miopia dengan data pemeriksaan Handheld Autorefractometer. Data dari sampel tersebut dijabarkan dan dideskripsikan. Variabel bebas pada penelitian ini yakni jarak pekerja pabrik Konimex Sukoharjo dalam melihat dekat, sedangkan variabel terikat berupa besar kecilnya miopia yang diderita para pekerja pabrik Konimex Sukoharjo. Hasil: Didapatkan data sebanyak 72 orang. Kategori melihat jarak dekat memiliki total persentasi 4%, melihat jarak sedang sebanyak 85%, dan melihat jauh sebanyak 11%. Hasil tabel proporsi menunjukkan angka proporsi kategori jarak melihat dekat disertai miopia tingkat ringan (66.67%) yang lebih tinggi dibandingkan tingkat berat (0%), dan proporsi yang lebih tinggi juga terlihat pada kategori jarak melihat jauh dengan tingkat miopia ringan (37.5%) dibandingkan miopia tingkat berat (25%). Pembagian proporsi miopia berdasarkan jenis kelamin memberikan hasil bahwa laki laki menderita miopia lebih banyak daripada perempuan. Kesimpulan: proporsi terbanyak merupakan miopia tingkat ringan dengan jarak membaca sedang, dan proporsi paling sedikit merupakan miopia tingkat berat dengan jarak membaca dekat.
Background: As a refractive error with one of the highest prevalence rate, myopia could be caused by the tendency to do near-work as one of the most common factor. Regarding whether this cause correlates to reading distances when doing near work is what piques the researcher’s interest to find the proportion between the distances of each Konimex drug factory employees in Sukoharjo when doing near-work along with the afflicted worker’s severity of myopia. Purpose: to find out the proportion between near-work distances and the severity of myopia on Konimex drug factory employees. Method: this research was conducted at 18th July until 28th July 2016 as a descriptive research. Using anamnesis and screening by handheld auto refractometer, samples were taken as myopic factory employees with their respective handheld autorefractometer examination results. From the samples, data were sorted and described. The independent variable in this research is the drug factory Konimex employee’s near-work distance, whereas the dependent variable is their myopia severity. Result: 72 people were counted. From the subjects, myopia prevalence was seen declining along with the reading distance category. The near distance category had a total percentage of 4%, medium distance category around 85%, and long distance category around 11%. The proportion table results show higher proportions in near distance with mild myopia compared to severe myopia, and higher proportions also seen in long distance with mild myopia compared to severe myopia. When divided by sex, the proportions show result that more men were afflicted with myopia than women. Conclusion: the biggest proportion was mild myopia with medium reading distance while the smallest proportion was severe myopia with near reading distance.
Kata Kunci : Kata kunci: miopia, jarak melihat dekat