Laporkan Masalah

PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN BATANG TERHADAP PEMBENTUKAN KAYU TARIK PADA SEMAI EBONI (Diospyros celebica Bakh.)

ADHITYA WISNU PRADHANA, Dr. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr.

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Tumbuh pada punggung bukit dataran rendah membuat Diospyros celebica Bakh. (eboni) rawan membentuk kayu reaksi. Kayu reaksi pada kayu daun lebar adalah kayu tarik yang ditandai dengan adanya lapisan gelatin dan menurunnya kandungan lignin. Pada penelitian ini dibahas mengenai terbentuknya kayu tarik akibat faktor sudut kemiringan batang dan letak aksial. Beberapa parameter diamati seperti sudut pemulihan batang, lebar zona kayu tarik, tebal lapisan gelatin (g-layer), anatomi serat, pembuluh, dan frekuensi jari-jari pada kayu normal, tarik, maupun opposite-nya. Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan dua faktor yaitu sudut kemiringan batang 0° (0), 45° (45) kayu tarik (A) dan kayu opposite (B), dan 90° (90) kayu tarik (A) dan kayu opposite (B) serta letak aksial batang pada ketinggian 0 cm (1), 10 cm (2), 30 cm (3), dan 50 cm (4) dengan tiga kali ulangan. Penelitian di green house dilakukan dengan pengambilan gambar semai yang diberi perlakuan setiap 3 hari sekali pada bulan pertama dan 7 hari sekali pada bulan kedua dan ketiga. Sedangkan penelitian di laboratorium, dilakukan dengan pembuatan preparat irisan melintang batang dan maserasi untuk mengukur parameter-parameter yang sudah ditentukan. Hasil menunjukkan bahwa sudut kemiringan batang berpengaruh terhadap pembentukan lebar zona kayu tarik, tebal lapisan gelatin, diameter sel serabut, tebal dinding sel serabut, frekuensi pembuluh, dan frekuensi jarijari. Letak aksial batang berpengaruh signifikan terhadap pembentukan lebar zona kayu tarik, diameter sel serabut, frekuensi pembuluh, dan frekuensi jarijari. Sedangkan interaksi antara sudut kemiringan batang dengan letak aksial batang berpengaruh signifikan terhadap terbentuknya lebar zona kayu tarik, tebal lapisan gelatin, diameter sel serabut, tebal dinding sel serabut, dan frekuensi pembuluh. Sedangkan, sudut kemiringan batang 45° memiliki nilai sudut pemulihan batang, lebar zona kayu tarik, dan tebal lapisan gelatin lebih tinggi dibandingkan dengan sudut perlakuan 90°.

Growing on ridges of lowland leads Diospyros celebica Bakh. or ebony has big potential to form reaction wood. Reaction wood occurs in angiosperm named tension wood. It performs gelatinous fiber and the decreasing of lignin content. Here is discussed about the formation of tension wood due to two factors, stem inclination and axial position. Moreover, some parameters observed are stem inclination, width of tension wood zone, thickness of gelatinous layer, fiber anatomy, vessel anatomy, and frequency of ray parenchyma in normal wood, tension wood, and opposite wood. Random complete design was used in this research by involving two factors, stem inclination 0° (0), 45° (45) in tension wood (A) and opposite wood (B), and 90° (90) in tension wood (A) and opposite wood (B); axial position in the height 0 cm (1), 10 cm (2), 30 cm (3), and 50 cm (4) in three repetitions in each treatment. Research was designed by recording the movement of the leaning stem to normal position by picturing once every three days in the first month and once every seven days in second and third month. While, laboratory observation was conducted by observing object, cut cross stem and maceration, under microscope for measuring determined parameters. Result performances stem inclination affects significantly to the formation of width of tension wood zone, thickness of gelatinous layer, diameter of fiber, thickness of fiber cell wall, frequency of vessel, and frequency of ray parenchyma. Further, axial position has significantly effect to width of tension wood zone, diameter of fiber, frequency of vessel, and frequency of ray parenchyma. While interaction between stem inclination and axial position leads significantly differences on width of tension wood zone, thickness of gelatinous layer, diameter of fiber, thickness of fiber cell wall, and frequency of vessel. Furthermore, stem inclination 45° of Diospyros celebica Bakh. is higher than 90° in stem recovery degree, width of tension wood zone, and thickness of gelatinous layer.

Kata Kunci : kayu tarik, derajat pemulihan batang, sudut kemiringan batang, letak aksial, semai eboni/ tension wood, stem recovery degree, stem inclination, axial position, seedling of Diospyros celebica Bakh.