Laporkan Masalah

Pengaruh Trauma Kulit Terhadap Kejadian Dermatitis Numuler di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, Tahun 2010-2015

DIANDRA NISITASARI, dr. Niken Indrastuti, SpKK (K); dr. Sri Awalia Febriana, MKes., SpKK, PhD; dr. Dwi Retno Adi Winarni, SpKK (K)

2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Dermatitis numuler adalah penyakit kronis pada kulit yang ujud kelainan kulitnya berbentuk bundar menyerupai uang logam, memiliki batas tegas, terbentuk dari penggabungan papula atau papulovesikel yang ditutupi krusta di hampir seluruh permukaannya. Dermatitis numuler merupakan penyakit yang dapat kambuh sewaktu-waktu. Pruritus merupakan gangguan paling parah yang dialami pasien. Banyak temuan klinis yang terlihat pada dermatitis numuler dan sulit untuk membuktikan faktor apa yang sesungguhnya memperparah dermatitis numuler. Beberapa pasien dermatitis numuler di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta memiliki tempat lesi dermatitis numuler di area trauma kulit. Pengaruh trauma kulit terhadap kejadian dermatitis numuler perlu untuk diketahui lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh trauma kulit terhadap kejadian dermatitis numuler di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada tahun 2010-2015. Metode: Penelitian dilakukan dengan desain potong lintang. Data dilihat dari rekam medis pasien dermatitis numuler di Instalasi Catatan Medik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dan untuk trauma kulit dilihat secara spesifik pada bagian anamnesis dan status dv. Selanjutnya data dianalisis secara statistik menggunakan metode Chi square dengan membandingkan dua variabel kategorikal. Hasil: Hasil analisis menggunakan metode Chi square menunjukkan nilai p 0,0108(p<0,05) sehingga menunjukkan hasil pengaruh yang signifikan antar dua variabel. Kesimpulan: Riwayat trauma kulit berpengaruh terhadap kejadian dermatitis numuler di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, tahun 2010-2015.

Background: Nummular dermatitis is a chronic disease of the skin, which is circular resemble coins, have firm boundaries, formed from the merger of papules or papulovesicle and covered by crust in almost the entire surface. Nummular dermatitis can be reoccured any times. Pruritus is one of the most severe complaint by the patient. Many clinical manifestation shown but it is hard to determine which factors can exacerbate nummular dermatitis. Several patients with nummular dermatitis in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta develop nummular dermatitis lesion in the same area with skin trauma. The effect of skin trauma to the incidence of nummular dermatitis has to be explored further. Objective: The research has the aim to determine the effect of skin trauma to the incidence of nummular dermatitis in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, between 2010-2015. Method: The research used cross sectional method. The data were taken from medical records department in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta and skin trauma data were looked at anamnesis and dv status part of the medical record. The data obtained will be analyzed by using Chi square method. Results: Analytical process using Chi square method has shown result of p value 0,0108 (p<0,05), which means there is significant dependence between two variables. Conclusion: History of skin trauma has an effect to the incidence of nummular dermatitis in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, between 2010-2015.

Kata Kunci : Dermatitis numuler, trauma kulit, nummular dermatitis, skin trauma

  1. S1-2016-346644-abstract.pdf  
  2. S1-2016-346644-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-346644-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-346644-title.pdf