Pemberdayaan Perempuan Berbasis Kebutuhan Lokal Melalui kelompok Wanita Tani Ngudi Makmur (Studi Di Dusun Wonorejo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta)
DESI AGUSTINA PERMATASARI, Drs. Hendri Adji Kusworo M.Sc., Ph.D
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)INTISARI Keberadaan perempuan menjadi bagian penting dalam pembangunan kesejahteraan keluarga teruatama bagi dirinya sendiri. Rendahnya kesadaran diri pada perempuan dalam pengetahuan dan meningkatnya kebutuhan hidup, mendasari adanya pemberdayaan perempuan sebagai sarana meningkatkan kualitas perempuan itu sendiri. Pemberdayaan ini dalam bentuk kelompok wanita tani, yang bertujuan sebagai wadah untuk menyalurkan kemampuan dan pengetahuan khususnya di bidang pertanian yang dimiliki agar mengaktualisasikan dirinya dengan menikmati pembangunan guna mencapai kesejahteraan sosialnya. Peneliti menggunakan janis penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa mengenai pemberdayaan perempuan melalui kelompok wanita tani Ngudi Makmur Wonorejo. Unit analisis dari penelitian ini adalah kelompok Wanita Tani. Informan dari penelitian ini adalah penanggungjawab KWT, anggota KWT, pengurus KWT dan PPL KWT. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori motivasi menurut Maslow dan konsep pemberdayaan menurut Habermas Hasil dari penelitian ini adalah kegiatan yang dilakukan di dalam kelompok wanita tani ngudi makmur ini diantaranya adalah pertemuan rutin setiap minggu pertama yang membahas tentang kemanjuan KWT, progam selanjutnya, sosialisasi yang dilakukan oleh PPL yang berisi mengenai pengembangan pertanian. Disamping itu bentuk aktualisasi dari perempuan semenjak bergabung dalam KWT ini memberikan dampak baik bagi pelakunya, seperti menerapkan perencanaan disetiap kegiatan sehari-hari, laporan bulanan baik dari segi keuangan, administrasi, dan kemajuan KWT. Dengan adanya partisipasi dan motivasi yang baik dari anggotanya eksistensi KWT ini selalu memperoleh tujuan yang diharapkan. Namun dalam setiap kegiatan KWT tak luput dari kendala seperti faktor cuaca dan faktor rumah tangga dalam pelaksanaannya. Kata kunci : Kelompok Wanita Tani, Pertanian, partisipasi, aktualisasi
ABSTRACT The position and role of women is an important factor for improving the resilience of the family. Women essentially not only as kanca wingking but also are entitled in any process leading to economic security. Women also have the same responsibility in fulfilling needs of individuals and society, nation adn state in development progress, including of agricultural development. Women empowerment in the field of agricultural development that is presence of women farmers in direct involvement of women in efforts to increase agricultural products, such as being part of a motivator in tye introduction of innovations, farm activities and marketing of agricultural products. Women's multiple roles in addition to being a housewife, in a group of women farmers was very strategic to improve the farm productivity and also improve the economy and food security towards the walfare of fram households. As his case in Wonorejo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, there ar have groups of women farmers is business organic horticulture. This research is located in Wonorejo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. This research is based on the description above focuses on how the process of empowerment through women farmers in organic horticulture business?. The purpose of this research is to describe the process of community empowerment organic horticulture effort. This research method uses qualitative research approach. Subjects were the head of the hamlet, caretaker/manager KWT, PPL and KWT members. Data collection techniques are interviews, observation and documentation. This study is based on the theories, such as empowerment concept and motivation theory. The results of the community empowerment through women farmers in organic horticulture business are 1. The form and the empowermenr of women farmers; 2. KWT members participation; 3. The supporting factors adn inhibitors of empowerment KWT rules. Keywords: empowerment, farmers' groups, participation, women's groups
Kata Kunci : Kata kunci : Kelompok Wanita Tani, Pertanian, partisipasi, aktualisasi