Laporkan Masalah

Inovasi Kebijakan Mencegah Pelecehan Seksual Anak : Penerepan Personal Body Safety Education di Perkampungan Sosial Pingit Yogyakarta

FELICIA RATNASARI R, Prof. Dr. Muhadjir Darwin

2017 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Angka pelecehan seksual anak di Indonesia kian meningkat dari tahun ke tahun. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PA) menunjukkan data bahwa tahun 2011 ada 2.509 laporan kekerasan, 59% nya adalah kekerasan seksual. Angka tersebut kian meningkat hingga tahun 2012 terdapat 2.637 laporan kekerasan pada anak, 62% di antaranya merupakan kekerasan seksual. Selebihnya kekerasan fisik. Tercatat terjadi sekitar 3.039 kasus pelecehan seksual terhadap anak sepanjang tahun 2013. Ironisnya, pelaku pelecehan adalah orang-orang terdekat seperti ayah, paman atau tetangga korban bahkan guru sekolahnya. Pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk mengatasi permasalahan ini. Kebijakan-kebijakan yang telah diimplementasikan nampaknya belum mampu mengatasi masalah ini secara efektif dan efisien. Personal Body Safety Education merupakan sebuah program untuk mencegah pelecehan seksual anak yang banyak diterapkan di Amerika. Dalam program ini, anak akan mendapatkan pendidikan terkait seksualitas dan cara bersikap ketika pelecehan dan kekerasan seksual terjadi. Selain itu, anak juga akan dibekali cara-cara untuk melindungi diri dalam rangka pencegahan sebelum kekerasan dan pelecehan seksual terjadi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bahwa program Personal Body Safety Education dapat menjadi inovasi kebijakan terkait pencegahan fenomena kekerasan dan pelecehan seksual pada anak. Selain itu juga mengetahui peningkatan kewapadaan anak-anak di Perkampungan Sosial Pingit Yogyakarta sehingga anak-anak di sana mampu mengatasi dan mencegah kekerasan dan pelecehan seksual mengingat kondisi lingkungan yang sangat rentan terjadinya hal seperti itu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Subjek penelitan (anak-anak di Perkampungan Pingit usia 6-12 tahun) dibagi menjadi dua, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kemudian dilakukan pretest dan posttest terhadap kedua kelompok subjek penelitian sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan. Hasil dari nilai rata-rata pretest dan posttest lalu dibandingkan sehingga dapat terlihat apakah program Personal Body Safety Education ini mampu menjadi bekal bagi anak-anak sehingga mereka lebih waspada akan tindak kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki rata-rata nilai perbandingan pretest dan posttest yang lebih tinggi dibanding kelompok kontrol sehingga kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran Personal Body Safety Education lebih memahami dan lebih waspada akan lingkungan sekitar. Hal tersebut menunjukkan bahwa program Personal Body Safety Education dapat dijadikan rujukan bagi pemangku kebijakan untuk membuat suatu inovasi kebijakan baru yang bersifat preventif untuk mengurangi jumlah angka kekerasan dan pelecehan seksual pada anak.

The number of children sexual abuse in Indonesia increases year by year. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PA) showed the data that in 2011 there are 2.509 cases reported, 59% of it are sexual abuse. That number increases so in 2012 there are 2.637 cases reported, 62% of it is sexual abuse to children, and physical abuse cases are the left. There are 3.039 cases reported about children sexual abuse in 2013. Ironically, the perpretators of children sexual abuse are people surround the children like father, uncle, neighbors, or even their teachers. Government had already tried some efforts to solve this problem. The policies that have implemented seem can not already solve this problem effectively and efficiently yet. Personal Body Safety Education is a program for preventing children sexual abuse that a lot done inAmerica. Children will get information about sexuality and the way how to act when the sexual abuse happen. Besides that, children will also get some informations to protect their own selves in order to prevent the sexual abuse happen. The study aims to give policy innovation about preventing children sexual abuse phenomenon. Besides, it will also show the increase of children awarness in Perkampungan Sosial Pingit Yogyakarta so they can solve and prevent children sexual abuse happen because their environment condition is really weak to this case. This study used experimental action research. The subjects (children of 6-12 y.o. from Perkampungan Pingit) were separated into 2 groups, the experiment group and the control group. Then, pretest and posttest were done to those groups before and after the given treatment. The results of the posttest and pretest means then were being compared so it showed if that Personal Body Safety program could become provisionfor children so they will aware to sexual abuse in their surroundings. The results showed that the experiment group has higher number of posttest and pretest means comparison than the control group. It means that the experiment group understood more about the program and they aware more to their surroundings. It also means that Personal Body Safety education program can become a reference for policy maker to make a new preventive policy innovation in order to reduce the number of childrean sexual abuse.

Kata Kunci : Personal Body Safety Education, pelecehan seksual anak, Perkampungan Sosial Pingit Yogyakarta, inovasi kebijakan.

  1. S1-2017-317997-abstract.pdf  
  2. S1-2017-317997-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-317997-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-317997-title.pdf