Kepentingan Strategis Jepang dalam Kerja sama Ekonomi dengan Meksiko (Japan-Mexico Economic Partnership Agreement)
BHAKTI MEGA PERTIWI, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2017 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALJepang memiliki sejarah sebagai negara yang tertutup melalui kebijakan Sakoku. Namun pada perkembangannya berhasil mengadopsi nilai-nilai Barat yang sesuai dan bertransformasi menjadi negara industri maju hingga kemudian menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia. Jepang mendukung keterbukaan pasar melalui liberalisasi. Jepang terbilang lambat dalam mengadopsi kerja sama FTA diluar skema GATT/WTO. Kerja sama FTA bilateral pertama bagi Jepang adalah dengan Singapura. Kerja sama FTA kedua adalah dengan Meksiko, berbeda dengan Singapura, merupakan negara berkembang dan berstatus negara eksporter. Perbedaan budaya, letak geografis yang berjauhan, dan nilai perdagangan yang kurang signifikan, tidak menjadi halangan bagi peresmian JMEPA. Skripsi ini meneliti mengenai alasan pemilihan Meksiko sebagai rekan negara pertama dalam membangun kerja sama FTA di regional Amerika melalui JMEPA. Konsep FTA, pilihan rasional, dan rezim internasional digunakan untuk mengkaji faktor pendorong kebijakan tersebut. Dalam pelaksanaannya, keberadaan konstelasi Peru, Brasil dan Meksiko, keberadaan NAFTA sebagai kerja sama FTA regional Amerika Utara, dan kedekatan hubungan politis Jepang dengan Amerika Serikat memiliki peranan kunci. Kemudian didukung pula oleh faktor historis serta potensi ekonomi yang dimiliki oleh Meksiko. Perwujudan JMEPA sendiri merupakan suatu upaya proaktif bagi Jepang dalam menjalankan dan mengejar ketertinggalan dalam praktek FTA. JMEPA kemudian mendorong dan menjadi basis pengembangan kerja sama FTA Jepang dengan rekan negara lain di Asia maupun di regional Amerika.
Japan had history as a closed country through a policy namely "sakoku". But in its development, Japan successfully adopted Western values accordingly and transformed into industrialized country, which later become one of the largest economies in the world. Japan supports the openness of markets through liberalization. Japan fairly slow in adopting cooperation schemes outside the GATT / WTO. The first bilateral cooperation for Japan is FTA with Singapore in 2002. The second being Mexico, in contrast to Singapore, is a developing and exporter country. Cultural differences, geographical location, and a less significant trade value, are not obstacles for the inauguration of JMEPA. This thesis examines the reasons for the selection of Mexico as a partner in building Japan's first FTA in America region through JMEPA. Theory and concept of FTA, rational choice, and international regimes are used to assess factors driving these policy. In practice, the existence of a constellation of Peru, Brazil and Mexico; NAFTA as regional FTA of North America; Japan and the proximity of political relations with the United States are the main factors. Then supported by historical factors and economic potential that is owned by Mexico. Embodiment JMEPA itself is a proactive effort for Japan to run and catch up in practice of FTA. JMEPA then became the basis of the development of Japan's FTA cooperation with colleagues of other countries in Asia as well as in America.
Kata Kunci : JMEPA, NAFTA, FTA, free trade, economic partnership agreement