Perjanjian Indonesia-Tiongkok tentang Pelepasan Dwikewarganegaraan Tahun 1955 dalam Perspektif San Min Chu I Sun Yat Sen
Dominic Henrimam Suwito, Drs. Budisutrisna, M.Hum
2017 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFATPenelitian ini berjudul Perjanjian Indonesia-Tiongkok tentang Pelepasan Dwikewarganegaraan Tahun 1955 dalam Perspektif San Min Chu I Sun Yat Sen. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian yakni perjanjian pelepasan dwikewarganegaraan Indonesia-Tiongkok dan dampak-dampaknya. Dampak utamanya yakni diharuskannya orang Tionghoa yang memiliki dua kewarganegaraan (Indonesia-Tiongkok) untuk memilih salah satu. Dampak-dampak lain juga mengikuti dampak utama ini yakni meliputi di sisi politik dan ekonomi orang Tionghoa baik yang memilih kewarganegaraan RRT maupun kewarganegaraan RI. Tujuan penelitian ini yakni menganalisis dampak-dampak perjanjian tersebut dengan menggunakan pemikiran Sun Yat Sen yakni San Min Chu I dan menemukan hakikat perjanjian tersebut dalam kerangka pikir San Min Chu I. Objek material dalam penelitian ini yakni perjanjian pelepasan dwikewarganegaraan Indonesia-Tiongkok sementara objek formal penelitian yakni pemikiran Sun Yat Sen San Min Chu I. Bahan penelitian berupa buku-buku dan teks-teks ilmiah yang berkaitan dengan objek material dan objek formal. Penelitian ini bersifat kualitatif dan kepustakaan. Jalan penelitian ini yakni dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber yang ada, mengolahnya dan menyusunnya dalam bentuk penelitian, dengan metode filsafat inventarisasi, interpretasi, deksripsi, dan analisis sintesis. Hasil penelitian ini memaparkan hasil-hasil sebagai berikut. Perjanjian pelepasan dwikewarganegaraan Indonesia-Tiongkok membawa dampak-dampak khususnya bagi orang Tionghoa dengan dua kewarganegaraan tersebut. Dampak-dampak tersebut dianalisis sesuai dengan konsep-konsep nasionalisme, demokrasi, dan penghidupan rakyat yang terdapat dalam San Min Chu I. Dampak memilih kewarganegaraan telah membentuk nasionalisme; memungkinkan orang Tionghoa berpartisipasi dalam pemerintahan demokrasi; dan membuat orang Tionghoa mengalami dinamika dalam penghidupannya sesuai kewarganegaraan dan keputusan yang dipilih. Nilai-nilai dalam San Min Chu I juga muncul dalam dampak-dampak kebijakan tersebut misalnya nilai persatuan, nilai kasih, nilai perdamaian, nilai kebebasan, dan nilai kesejahteraan.
This research entitled China-Indonesia Agreement on Revoking Dual Citizenship in Perspective of San Min Chu I Sun Yat Sen. The problems raised on this research are the agreement on revoking dual citizenship China-Indonesia and the effects. The main effect was a necessity for Chinese descendants in Indonesia with dual citizenship China-Indonesia to opt only one. The rest effects followed this main effect which were political and economical aspects of Chinese descendants no matter them who opted Chinese or Indonesian citizenship. The goals of this research are about to analyze the effects using Sun Yat Sen philosophy San Min Chu I and to find the essence of the agreement still in frame of San Min Chu I. Material objection of this research is revoking dual citizenship China-Indonesia agreement while formal objection is Sun Yat Sen thought San Min Chu I. The research materials are books and texts related to material and formal objections. This research is qualitative and literature. This research is done by collecting data form available sources, processing them and arranging them to be research form, using philosophical methods inventory, interpretation, description, and synthesis analyze. The results are shown as follows. The agreement brought effects especially for those Chinese descendants with dual citizenship China-Indonesia. Those effects are analyzed with concepts which are in San Min Chu I, they are nationalism, democracy, and livelihood. Opting citizenship between China or Indonesia shaped their nationalism; made possible for them to take part in politics; and made them experience livelihood changes related to the chosen citizenship and decision. Values in San Min Chu I also appear in the policy as well, for examples unity value, love-kindness value, peace value, freedom value, and wealth value.
Kata Kunci : kebijakan, dwikewarganegaraan, San Min Chu I