Peran Organisasi Non Pemerintah dalam Menumbuhkan Kesadaran Masyarakat Studi Kasus: Organisasi Invisible Children
YUGA ADHISWANDARU, Suci Lestari Yuana, S.I.P., M.I.A.
2017 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALInvisible Children adalah Organisasi Non Pemerintah di Uganda yang berfokus untuk membantu pemerintah dan warga lokal untuk menghadapi Lord's Resistance Army. Pemberontakan LRA telah berlangsung di Uganda dan negara sekitar sejak 1987. Perjuangan pemerintah Uganda dalam melawan LRA terbukti tidak efektif karena LRA terus menculik anak untuk dijadikan tentara anak atau sebagai budak. IC menggunakan pendekatan berbeda dalam menghadapi LRA dengan memberikan pembinaan kepada orang yang dulunya adalah korban tentara anak LRA. IC membutuhkan dukungan dari banyak aktor untuk bertindak di Uganda. IC menggunakan externalization sebagai metode untuk menggalang dukungan di luar negeri untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengundang aktor luar negeri untuk membantu masyarakat Uganda melawan LRA. IC menggunakan mobilisasi massa sebagai basis untuk mendapatkan dukungan populer untuk mendorong pembuat kebijakan di Amerika Serikat untuk mengesahkan undang-undang yang berhubungan langsung dengan LRA. IC menggunakan media sosial untuk meningkatkan kesadaran tentang LRA dan Joseph Kony. IC membuat film tentang Joseph Kony berjudul Kony 2012 yang berhasil viral dan terbukti sebagai cara efektif untuk menyebarkan kesadaran masyarakat terkait kejahatan LRA terutama penculikan anak. Media sosial memudakan Kony 2012 untuk tersebar dan meningkatkan dukungan publik kepada IC dan meningkatkan donasi kepada IC setelah film Kony 2012 keluar.Masyarakat menggunakan film tersebut untuk mendorong pembuat kebijakan untuk meningkatkan perhatian kepada Joseph Kony dan LRA, dimana para pembuat kebijakan meresponnya dengan mengesahkan undang-undang yang meningkatkan keterlibatan AS dalam isu LRA.
Invisible Children is a Non Governmental Organization in Uganda focusing on helping local government and people dealing with the Lord's Resistance Army. Lord's Resistance Army insurgency has been around in Uganda and its neighboring countries since 1987.The Ugandan Government effort in fighting the LRA proved ineffective as the LRA keeps kidnapping child to be trained into soldiers or serve as slaves. IC use different approach on dealing with LRA by providing assistance to the people formerly used as child soldier in the LRA. IC needs support from more actors to act in Uganda. IC uses externalization as a method to gain support abroad to increase awareness and invite foreign actors to help Ugandan people fighting the LRA. IC use mass rally and mobilization as a basis for popular support to push policymaker in the United States of America to pass bills dealing with Joseph Kony and the LRA. IC uses social media to increase awareness about the LRA and Joseph Kony. IC produce a film about Joseph Kony titled Kony 2012 that went viral and proved to be an effective method of informing the people on issues about LRA's crimes particularly child kidnapping. Social Media made Kony 2012 easy to spread and increase public support to IC as their fund doubles in the year the movie came out. People use the film to pressure policymaker to put more attention into Joseph Kony and the LRA, which the policymaker responds with passing of a bill in increasing US involvement in the LRA issue.
Kata Kunci : Uganda, Lord's Resistance Army, Joseph Kony, Invisible Children, Transnationalism, Externalization, Slacktivism, Clicktivism, Kony 2012