Kelembagaan Community Development Bethesda dalam Program Sexual and Reproductive Health and Rights (Studitentang kelembagaan CD Bethesda dalam pelaksanaan program Sexual and Reproductive Health and Rights)
TRI RAMA RINAJI, Suparjan, M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Pada tahun 2000, dirumuskanMillennium Development Goals (MDGs)yang berisi komitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan.Salah satu bidang yang berpengaruh dalam mencapai MDGs ialah bidang kesehatan reproduksiyang berkontribusimeningkatkan kesehatan ibu, menurunkan kematian balita, serta memerangi HIV/AIDS. Pemerintah Indonesia ikut serta mewujudkan MDGs dengan mengajak semua elemen masyarakat termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik dan terbukti membuahkan hasil yang positif. Salah satu LSM yang berhasil dalam melaksanakan program SRHR adalah CD Bethesda. CD Bethesda berhasil menerapkan kelembagaan yang baik dalam mewujudkan tujuan program sehingga menarik untuk diteliti. Penelitian ini mencoba melihat kelembagaan CD Bethesda sebagai sebuah fenomena menggunakan konsep kelembagaan yang mengatakan bahwa kelembagaan harus memiliki unsur kepemimpinan, struktur internal, doktrin (visi misi), pemanfaatan sumber daya dan program. Tidak sekedar melihat kelembagaan dari luarnya saja,namun mencoba masuk lebih dalam dan memahami kembali kejadian-kejadian yangterungkap.Dari data-data yang didapat kemudian melihat kelembagaan CD Bethesda dalam pelaksanaan program SRHR.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Purposive sampling dengan dipadukan snowball merupakan teknikuntuk mendapatkan. Data yang didapatkan dari satu informan, ditriangulasidengan informan yang lain serta dikuatkan dengan observasi di lapangan untukmendapatkan data yang memiliki validitas tinggi. Penelitian ini dilakukan di CD Bethesda yang beralamat di Klitren Lor, Gk III/374, Yogyakarta. CD Bethesda dipilih menjadi objek penelitian karena berhasil memberikan dampak yang positif melalui SRHR.Unsur kelembagaanberhasil diterapkan oleh CD Bethesdapada program SRHR dan masing-masing unsur memiliki fungsi yang penting dalam terwujudnya tujuan program. Doktrin (visi misi) berfungsi untuk merumuskan tujuan program sehingga program memiliki tujuan yang baik dan sesuai dengan harapan lembaga. Program berfungsi menunjukkan tahap yang harus di lakukan CD Bethesda dalam pelaksanaan program.Struktur Internal membuat program berjalan dengan efektif dan efisien karena ada pembagian tugas yang jelas pada masing masing posisi.Pemanfaatan sumber daya menjadi pendukung terlaksananya program secara maksimal dan membantu penyelenggara program mempermudah tugasnya. Kepemimpinan memastikan program berjalan dengan baik dan sesuai tujuan.CD Bethesda berhasil menerapkan kelima unsur kelembagaan dalam program SRHR sehingga tujuan yang diharapkan tercapai.
In 2000, it has been formulated Millennium Development Goals (MDGs) which contains a commitment to accelerate human development and eradication of poverty. One influential sector to achieve the MDGs is reproduction health sector that contribute to improving maternal health, lowering of child mortality, and combating HIV / AIDS.The Indonesian government participate in realizing the MDGs by involving all elements of society, including Non Governmental Organization (NGO) to realize the quality of public health better and proven positive results. One NGO succeeded in implementing SRHR is CD Bethesda. CD Bethesda successfully implement institutional good in realizing the objectives of the program so interesting to study. This study tried to look at the institutional CD Bethesda as a phenomenon using institutional concept which says that institutions must have an element of leadership, internal structure, doctrine (vision and mission), utilization of resources and programs. Not just look at the institutional from the outside, but try to go deeper and understand the events that unfold. From the data obtained and then see institutional CD Bethesda in the implementation of SRHR programs. The method used in this research is qualitative method with case study approach. Purposive sampling with combined snowball is a technique to get. Data obtained from an informant, triangulated with other informants and confirmed by observations in the field to get the data that have high validity. This research was conducted in CD Bethesda which located at Klitren Lor, Gk III / 374, Yogyakarta. CD Bethesda have become objects research becauseit managed to have a positive impact through SRHR. Institutional elements successfully applied by CD Bethesda on SRHR programs and each element has an important function in the realization of program objectives. The doctrine (vision and mission) serves to formulate the objectives of the program so that the program has a good purpose and in accordance with the expectations of the institution. Program shows the steps that must be undertaken CD Bethesda in program implementation. Internal structure makes the program run effectively and efficiently because there is a obvious division of tasks at each position. Utilization of resources into supporting the implementation of the program to the fullest and help facilitate its work program providers. Leadership ensure the program runs correctly and as intended. CD Bethesda successfully apply the five institutional elements in SRHR programs so that the expected goals achieved.
Kata Kunci : kelembagaan, LSM, program