Pengaruh Konsentrasi dan Komposisi Boraks-Asam Sitrat pada Pengawetan Kayu Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.) dengan Metode Pemvakuman terhadap Serangan Rayap Kayu Kering (Cryptotermes cynocephalus Light.)
FARIS WICHAKSONO, Tomy Listyanto, S.Hut, M.Env.Sc., Ph.D.; D.Agr.Sc. Ragil Widyorini, S.T., M.T.
2017 | Skripsi | S1 KEHUTANANKayu jabon merupakan kayu berkeawetan rendah yang rentan terhadap organisme perusak kayu seperti rayap kayu kering. Upaya untuk meningkatkan keawetan kayu jabon terhadap rayap kayu kering adalah dengan proses pengawetan. Boraks dinilai efektif untuk mencegah serangan organisme perusak kayu namun saat ini ketersediaannya terbatas dan sifatnya yang mudah luntur terhadap pencucian. Asam sitrat diketahui dapat berikatan baik dengan gugus hidroksil pada kayu, dan jika ditambahkan dengan ethylendiamine akan berikatan baik dengan senyawa boron. Tujuan dari penelitan ini adalah mengetahui pengaruh komposisi dan konsentrasi bahan pengawet boraks-asam sitrat terhadap serangan rayap kayu kering dengan metode pemvakuman. Sampel uji yang digunakan adalah kayu jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu konsentrasi bahan pengawet 3 % dan 5 % serta komposisi bahan pengawet boraks:asam sitrat (0:1, 2:3, 1:1, 3:2, dan 1:0). Rayap yang digunakan pada penelitian ini adalah rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light) Pengujian rayap pada penelitian ini mengacu pada metode rayap makan tanpa pilihan. Parameter yang diamati adalah absorpsi, penetrasi, retensi, mortalitas rayap dan pengurangan berat sampel uji. Data hasil pengujian kemudian dianalisis menggunakan SPSS dan diuji lanjut HSD (Honestly Significant Difference) Tuckey pada taraf uji 0,05. Hasil penelitian menunjukan interaksi faktor konsentrasi dan komposisi berpengaruh nyata pada taraf uji 0,05 terhadap nilai absorpsi, penetrasi, retensi dan mortalitas rayap. Interaksi terbaik pada penelitian ini dihasilkan pada konsentrasi 3 % dan komposisi boraks:asam sitrat 3:2 dengan niai absorpsi 136,45 kg/m3, retensi 18,44 kg/m3, penetrasi 11,82 mm, mortalitas rayap 100 %, dan pengurangan berat 0,14 g.
Jabon has a low natural durability thats vulnerable against wood destroyer oganism such as dry wood termites. Wood preservation was the atempt to increase the durability of jabon wood against dry wood termites. Borate was the commonly used as preservative, but the availibility is currently limited and borate is vulnerable against leaching. Citric acid has been known can bind well with hydroxyl groups on the wood, and if citric acid added with ethylendiamine will bind well with boron compounds. This research aimed to determine the preservative effect of borate-citric acid composition with vacuum methods against dry wood termites attack. This research used jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.) wood as test sample. This research used completely randomized design with two factors, concentrations of preservatives 3 % and 5 % and the composition of borate-citric acid preservarive (1:0, 2:3, 1:1, 3:2, and 0:1). Termites were used in this study are dry wood termites (Cryptotermes cynocephalus Light). Termites testing methods in this study refers to no choice feeding test. Parameters measured were absorbtion, penetration, retention, termite mortality, and mass losses. The result of the test were analyzed using SPSS and furher tested using HSD (Honestly Signifiant Difference) test of tuckey at level 0,05. The results showed that interaction factor between concentration and composition affected significanly at level 0,05 against the value of absorption, retention, penetration, and mortality. The amount of 3 % and composition of borate-citric acid 3:2 provided the best result of preservatives effect with the 136,45 kg/m3 absorbtion, 18,44 kg/m3 retention, 11,82 mm penetration, 100 % termite mortality and 0,14 g mass losses.
Kata Kunci : jabon, pengawetan kayu, boraks, asam sitrat, konsentrasi, komposisi, pemvakuman, rayap kayu kering.