KERAGAMAN SPESIES DAN HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK TANAMAN SUWEG (Amorphophallus spp.) DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGIS
ANDRIAN NOZA, Dr. Purnomo, M.S.
2017 | Skripsi | S1 BIOLOGISuweg (Amorphophallus spp.) merupakan jenis umbi-umbian yang berpotensi cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia sebagai pendukung ketahanan pangan bagi masyarakat, namun pemanfaatannya belum maksimal bahkan sering dianggap sebagai tanaman liar dan hama pada lahan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan terkait identifikasi potensi suweg khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi keragaman, mengkaji karakter morfologis dan hubungan kekerabatan fenetik dari setiap spesies Amorphophallus yang ditemukan di DIY (Kab. Gunungkidul, Kulon Progo, Bantul, dan Sleman). Setiap Amorphophallus spp. yang ditemukan di DIY dipakai dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu menggali informasi dari narasumber kunci terkait lokasi-lokasi yang memiliki tanaman suweg di 4 kabupaten. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan tiga spesies Amorphophallus yaitu 18 individu A. paeoniifolius, 11 individu A. variabilis, dan 3 individu A. muelleri. Ketiga spesies ini memiliki karakter morfologis masing-masing khususnya pada umbi, tangkai daun, daun, dan bunga. Selain itu juga terdapat variasi karakter pada warna daging umbi (A. paeoniifolius) dan tangkai daunnya (A. paeoniifolius dan A. variabilis). Dendrogram hubungan kekerabatan yang diperoleh menunjukkan pengelompokan tiga spesies Amorphophallus tersebut. A. variabilis dan A. muelleri memiliki hubungan kekerabatan fenetik yang lebih dekat dibandingkan dengan A. paeoniifolius karena mengelompok pada nilai Indeks Similaritas (IS) 0.523, sedangkan A. paeoniifolius dengan dua spesies lainnya mengelompok pada nilai IS 0.417. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa di DIY terdapat A. paeoniifolius, A. variabilis, dan A. muelleri yang dibedakan berdasarkan karakter morfologinya. A. variabilis dan A. muelleri memiliki hubungan kekerabatan fenetik yang lebih dekat dibandingkan dengan A. paeoniifolius.
Suweg (Amorphophallus spp.) is a type of tubers considerable potential to develop in Indonesia as a supporter of the food tenacity for the society, but the utilization has not full even as wild plants and pests on land. Its cause by a lack knowledge related to identification of suweg potential in Special Region of Yogyakarta (DIY). The purpose of the research is to inventories the diversity, to examine the morphological character, and the phonetic relationship of each Amorphophallus found in DIY (Gunungkidul, Kulon Progo, Bantul, and Sleman Regency). Each Amorphophallus spp. found in DIY use in this research. This research use a purposive sampling methods that is look for the information from the key informants related to the locations that have Amorphophallus in each regency. From this research, there are three species of Amorphophallus that are 18 individual of A. paeoniifolius. 11 individual of A. variabilis and 3 individual of A. muelleri. Three of them have morphological character of particular on bulbs, petioles, leaves, and flowers. In addition, there are characters variation on color of bulbs (A. paeoniifolius) and petioles (A. paeoniifolius and A. variabilis). The result of relationships dendrogram indicate three cluster of Amorphophallus. A. variabilis and A. muelleri have closer phenetic relationships than A. paeoniifolius because they clumped on similarity index value (IS) in 0.523, whereas A. paeoniifolius with two other species clumped on IS value in 0.417. It can be concluded, in DIY there are A. paeoniifolius, A. variabilis and A. muelleri that distinguished based on morphological character. A. variabilis and A. muelleri have closer phenetic relationships than A. paeoniifolius.
Kata Kunci : Amorphophallus spp., karakter morfologis, kekerabatan fenetik, Yogyakarta, Amorphophallus spp., morphological character, phenetic relationships, Yogyakarta.