Laporkan Masalah

ANALISIS RANTAI PASOK DAN STRUKTUR BIAYA LOGISTIK JAHE (Zingiber officinale) DAN KUNYIT (Curcuma longa) DI KULONPROGO, D.I.YOGYAKARTA DAN MAGELANG, JAWA TENGAH

SHABRINA PRANAWATI, Ir. Ag. Suryandono, M.App.Sc ;Novita Erma Kristanti STP, MP

2017 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Potensi pengembagan pasar jahe dan kunyit di Indonesia, khususnya di Kulon Progo dan Magelang, sangat besar. Untuk mengembangkan pasar jahe dan kunyit perlu adanya pengaturan dan pengelolaan rantai pasok jahe dan kunyit. Tujuan dari manajemen rantai pasok adalah untuk mencapai biaya minimum dengan tingkat pelayanan maksimum, sehingga semua aktivitas yang berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas jahe dan kunyit serta biaya yang diperlukan perlu dipertimbangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi alur dan pelaku dalam setiap rantai pasokan komoditas jahe dan kunyit, melakukan analisis struktur biaya logistik di setiap aktivitas logistik yang ada serta memberikan rekomendasi strategi yang tepat dalam supply chain management. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik convenience sampling melalui indepth interview dengan menggunakan interview guidance. Analisis rantai pasok dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis struktur biaya logistik dilakukan dengan menggunakan metode Activity-Based-Costing. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa terdapat 4 tier pada rantai pasok jahe dan kunyit yaitu tier petani, tier pengepul, tier pedagang besar dan tier pedagang pasar. Aktivitas dengan biaya logistik paling dominan untuk rantai pasok jahe dan kunyit adalah aktivitas material handling dengan persentase biaya pada rantai pasok jahe dan kunyit secara berturut-turut sebesar 44,76 % dan 41,58 % dari seluruh biaya logistiknya. Rekomendasi strategi yang diberikan untuk rantai pasok jahe dan kunyit secara umum adalah menerapkan kombinasi strategi efficient supply chain dan responsive supply chain.

Market development of ginger and turmeric in Indonesia, especially in Kulon Progo and Magelang, are really potential. To develop ginger and turmeric market, controling and arrangement of their supply chain are really need to do. The purpose of supply chain management is to get the greatest service with the lowest cost, so all of activity that give an effect for quality and quantity of product are need to consider. This study is aimed to identify tiers in ginger and turmeric supply chain, to analyze the cost structure of logistic and suggest the right strategy of supply chain management. This research was conducted by convenience sampling method through indepth interview with interview guidance to the respondents throughtout the supply chain. The method that used to analyze ginger and turmeric supply chain is descriptive and qualitative analysis, while to analyze logistic cost struktuce using Activity-Based-Costing method. The results showed that ginger and turmeric supply chain consists of 4 tiers, there are farmers, collectors, wholesalers / distributors, and market traders. Activity with the most dominant logistic cost in ginger and turmeric supply chain is material handling with the proportion of logistic cost, respectively, are 44,76% and 41,58%. Recommendation of strategy for ginger and turmeric supply chain, generally, is the combination of effective supply chain strategy and responsive supply chain strategy

Kata Kunci : Supply chain, supply chain management, logistic cost