Analisis Swasembada Beras di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005 - 2014
FIKRI INTIZHAR R, Dr. Luthfi Muta'ali, M.T.
2017 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHBeras merupakan makanan pokok bagi penduduk Indonesia. Daerah yang berswasembada beras akan mencapai ketahanan pangan yang baik, ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan pangan beras untuk seluruh masyarakat. Provinsi Jawa Tengah sebagai daerah yang difungsikan sebagai lumbung padi nasional, serta merujuk pada visi dan rencana jangka panjang daerah yakni menuju Provinsi Jawa Tengah berswasembada pangan, perlu dilakukan analisis swasembada berasnya. Penelitian yang mengusung judul "Analisis Swasembada Beras di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005 - 2014" ini bertujuan: (1) Mengidentifikasi kondisi swasembada beras di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2005 - 2014 dengan memperhatikan supply dan demand; (2) Menganalisis distribusi dan aliran pemenuhan kebutuhan beras pada daerah di Provinsi Jawa Tengah yang tidak mampu berswasembada beras; serta (3) Memprediksikan kondisi swasembada beras Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 merujuk pada rencana jangka panjang daerah. Penelitian termasuk penelitian analisis deskriptif yang memanfaatkan data sekunder dari BPS dan data spasial Provinsi Jawa Tengah. Data ditampilkan dalam wujud tabel, grafik, diagram, serta peta. Analisis data sekunder dilengkapi dengan hasil wawancara dengan Badan Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menghasilkan temuan: (1) Pada tingkat provinsi, seluruh kabupaten di Jawa Tengah mampu berswasembada beras, sementara enam kota lainnya tidak mampu. (2) Daerah yang tidak berswasembada beras, kebutuhannya dipenuhi dari daerah terdekat yang surplus beras dan dihubungkan dengan jalan arteri dan kolektor. (3) Pada tahun 2025, Provinsi Jawa Tengah mampu berswasembada beras, meskipun kecenderungannya menurun.
Rice is the staple food for Indonesian people. Self sufficiency in rice would be good to achieve food security, indicated by the meeting food needs rice for the entire community. Central Java Province as an area that functioned as the national granary, and refers to the long-term vision, the rice self-sufficiency analysis is needed. Research which carries the title "Analysis of Rice Self Sufficiency in Central Java Province Years 2005-2014" aims: (1) Identify the condition of self-sufficiency in rice in Central Java Province in 2005-2014 by taking supply and demand; (2) Analyze the distribution and flow of the availability of rice in the region in the Central Java Province which not self-sufficient in rice; and (3) Predicting the condition of rice self-sufficiency in Central Java Province year 2025 refers to the long-term plan. The study included descriptive analysis that utilizes secondary data from BPS and spatial data of Central Java Province. Data is displayed in the form of tables, graphs, diagrams, and maps. Secondary data analysis supported by the results of interviews with Badan Ketahanan Pangan and Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura of Central Java Province. This research findings: (1) At the provincial level, all districts in Central Java self-sufficient in rice, while six other cities can not afford. (2) Areas that are not self-sufficient in rice, needs met from a nearby area of surplus rice and linked to arterial and collector roads. (3) In 2025, the Central Java Province self-sufficient in rice, although it tends to decline.
Kata Kunci : Swasembada, Pangan, Beras, Aliran Beras, Proyeksi