ANALISIS PENGARUH KETERBUKAAN PERDAGANGAN TERHADAP PINJAMAN LUAR NEGERI: Studi Empiris Tujuh Negara Anggota ASEAN Tahun 2000-2013
AIS NISA MARUNTUM , Diny Ghuzini, S.E, M.Ec., Ph.D
2016 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIAkumulasi pinjaman luar negeri merupakan salah satu permasalahan utama di negara berkembang karena ketidakcukupan sumber daya domestik untuk membiayai pembangunan ekonomi. Akses pasar bagi produk-produk di negara berkembang adalah sebuah faktor penting untuk mengembangkan kapasitas pembayaran pinjaman dengan cara menjalankan surplus perdagangan. Terdapat dua argumen yang berlawanan mengenai keterkaitan antara keterbukaan perdagangan dan pinjaman luar negeri. Pandangan pertama menyatakan hubungan yang berkebalikan antara keduanya (keterbukaan perdagangan memiliki pengaruh positif terhadap pembayaran pinjaman luar negeri dan mengurangi ketergantungan atas pinjaman luar negeri). Pandangan kedua mendukung adanya hubungan positif antara keterbukaan perdagangan dan pinjaman luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterbukaan perdagangan terhadap pinjaman luar negeri tujuh negara di kawasan Association of South East Asia Nation (ASEAN)-Indonesia, Malaysia, Filiphina, Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam-dengan menggunakan data tahunan periode 2000 hingga 2013. Metode data panel fixed effect digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Hasil empiris mengungkapkan sebuah pengaruh positif yang signifikan dari keterbukaan perdagangan terhadap pinjaman luar negeri. Hasil juga menunjukkan bahwa keterbukaan perdagangan bertindak sebagai sebuah stimulator bagi akumulasi pinjaman luar negeri.
Foreign debt accumulation is one of basic problems in developing countries because the inadequacy of domestic resources for financing economic development. Market access of developing countries for their products is an important factor to improve the debt servicing capacity by running trade surplus. There are two conflicting arguments regarding to the interlinkages between trade openness and foreign debt. The first perspective indicates the inverse relationship between them (trade openness has a positive impact on external debt servicing and decreasing the dependence on foreign debt). The second one support a positive relationship between trade openness and foreign debt. This research aims to analyze the effects of trade openness on foreign debt for seven countries in Association of South East Asia Nation (ASEAN)-Indonesia, Malaysia, Filiphina, Kamboja, Laos, Thailand, and Vietnam-by using annually data for the period 2000 to 2013. Fixed effect panel data method is applied as tool analysis of this research. Empirical result reveals a significant positive effect of trade openness on foreign debt. The result also indicate that trade openness is acting as a stimulator of external debt accumulation.
Kata Kunci : Keterbukaan Perdagangan, Pinjaman Luar Negeri, ASEAN, Panel Data, Fixed Effect / Trade Openness, Foreign Debt, ASEAN, Panel Data, Fixed Effect