DAMPAK PEMBANGUNAN JALUR JALAN LINTAS SELATAN (JJLS) TERHADAP MOBILITAS, MATA PENCAHARIAN, DAN PENGGUNAAN LAHAN (KASUS: DI KECAMATAN TEMON, KABUPATEN KULON PROGO)
SWASTIKA NUGRAHENI, Dr. Andri Kurniawan, M.Si.
2017 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKeberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) diharapkan mampu memberikan berbagai implikasi bagi masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak pembangunan JJLS terhadap mobilitas masyarakat, mata pencaharian masyarakat, serta penggunaan lahan di sekitarnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Tujuan pertama dan kedua pada penelitian ini menggunakan teknik pemilihan lokasi sampel dengan purposive sampling dan teknik pengambilan sampel quota sampling. Pengambilan data menggunakan data primer berupa kuesioner serta dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, crosstab, dan uji kai kuadrat. Tujuan ketiga pada penelitian ini diperoleh dengan interpretasi data spasial dan analisis deskriptif kuantitatif. Interpretasi data spasial dianalisis dengan analisis spasial. Hasil penelitian pada tujuan pertama memberikan gambaran bahwa pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mobilitas masyarakat. Namun demikian, terdapat perubahan waktu tempuh menjadi lebih singkat pada mobilitas responden menuju ke tempat kerja. Hasil pada tujuan kedua menunjukkan bahwa pembangunan JJLS tidak berdampak signifikan terhadap perubahan mata pencaharian masyarakat. Namun demikian, keberadaan JJLS menyebabkan perubahan sebagian jenis pekerjaan masyarakat menjadi wiraswasta. Keberadaan JJLS juga kurang berdampak signifikan terhadap pendapatan masyarakat, namun terdapat beberapa responden yang mengalami peningkatan pendapatan disebabkan oleh perubahan pekerjaan atau kenaikan omset setelah adanya JJLS. Hasil penelitian pada tujuan ketiga memberikan gambaran belum adanya dampak signifikan terhadap perubahan pemanfaatan lahan namun beberapa jenis lahan mengalami perubahan yang cukup terlihat yaitu lahan pertanian menjadi permukiman serta lahan permukiman menjadi lahan perdagangan.
The existence of South Cross Road Line (JJLS) are expected to provide a wide range of implications for the surrounding community. This study aims to identify the impact of JJLS development to the mobility of society, people's livelihood, as well as land use in the vicinity. This research is quantitative descriptive. The first goal and second in this study using techniques of site selection sample with purposive sampling and quota sampling technique sampling. Retrieving data using primary data in the form of a questionnaire and analyzed using quantitative descriptive analysis, crosstab, and the chi-square test. The third objective in this study was obtained by the spatial data interpretation and quantitative descriptive analysis. Interpretation of spatial data were analyzed with spatial analysis. The results of the study on the first goal suggests that the construction of South Cross Road Line (JJLS) haven�t significant impact on improving the mobility of society. But there are changes in travel time becomes shorter on the mobility of the respondents to the workplace. Results in the second goal indicates that the JJLS development haven�t significant impact on people's livelihood changes. However, the JJLS development cause changes in some types of jobs being self-employed. The existence JJLS also less significant impact on people's income, but there are some respondents who experienced an increase in revenue due to a job change or an increase in turnover. Results of research on the third goal illustrates the lack of significant impact on land use change, but some types of land have seen considerable changes that agricultural land into residential and residential land into land trade.
Kata Kunci : dampak, pembangunan, JJLS, Temon, Kulon Progo