Laporkan Masalah

Strategi Organisasi Masyarakat Sipil dalam Meningkatan Minat Baca melalui Pembangunan Perpustakaan di Daerah Terpencil (Studi pada Lembaga Swadaya Masyarakat Book For Mountain)

MONICA AYU CAESAR ISABELA , Dr.Rer.Pol. Mada Sukmajati, S.I.P., M.P.P

2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)

Sistem pendidikan saat ini khususnya di Indonesia belum berhasil menciptakan anak-anak atau siswanya memiliki minat baca yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2012 yang menunjukkan bahwa presentase minat baca masyarakat Indonesia hanya mencapai angka 17,66 persen. Realitas ini menunjukkan adanya kebutuhan akan perbaikan minat baca terutama pada anak-anak. Peningkatan minat baca ini kemudian berusaha dihadirkan oleh aktor masyarakat melalui sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM Book for Mountain. Studi tentang organisasi non pemerintah ini berusaha menjelaskan bagaimana strategi yang dilakukan oleh Book for Mountain dalam upaya meningkatkan minat baca anak-anak di daerah pelosok. Adapun pengkajiannya menggunakan konsep relasi NGO atau Non Governmental Organization dengan pemerintah sebagai dasar dalam menjelaskan tindakan strategi yang kemudian dipilih oleh Book for Mountain untuk meningkatkan minat baca masyarakat pelosok melalui projek pembangunan perpustakaan di lokasi sasaran. Tentu dengan melihat peranan BFM sebagai NGO yang lebih lanjut ke tahapan-tahapan strateginya. Penelitian ini merupakan penelitian basic qualitatitve research dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, focus group discussion, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai organisasi yang bertujuan membenahi ketimpangan yang ada dalam rangka mewujudkan pemenuhan hak warga negara akan fasilitas pendidikan secara merata. LSM Book for Mountain memilih untuk menggunakan hubungan otonom atau pengabaian yang baik dengan pemerintah dalam melaksanakan strateginya. Di mana segala sesuatu hal seperti finansial, organisasional, dan aktivitas nya berjalan sendiri dan tidak bergantung pada pemerintah. Tahapan strategi yang dilakukan melalui tahapan penyadaran hingga pematangan pergerakan yang kontinuitas. Bentuk pergerakannya adalah pembangunan projek perpustakaan, sekolah berjalan, voluntary, bedah perpustakaan, serta pemberian beasiswa. Menempatkan diri hanya sebatas ijin kulanuwun dikarenakan enggannya internal BFM terlibat birokrasi yang masih dianggap rumit dan masih adanya ketidakpercayaan BFM terhadap pemerintah. Kekhawatiran BFM bahwa pemerintah akan membawa kepentingan-kepentingan golongan maupun pribadi ke dalam proses hubungan kerjasama. Oleh karenanya, BFM lebih menitikberatkan pada langsung mengisi kekosongan yang seharusnya diisi oleh negara. Mempermukakan kembali isu penting yang sebelumnya sudah dianggap sebagai suatu pewajaran.

Education systems nowadays, especially in Indonesia yet creates Children Successful or students that have high read interest. It proved with the central statistic agency data in 2012 which suggests that the percentage of interest in reading Indonesians people only reached the figure of 17,66 persen. Reality shows the need for improvement interest in reading. Increased interest in reading, then tried presented by society actors through Non Governmental Organization or NGO Book for Mountain. The studies as well as Non Governmental Organization tried to explain how the development of strategies performed by Book for Mountains efforts to increase children reading interest in the outlying spot area. As for the assesment using concept NGO Relations which the government as the fundamental basis to describe the action of strategy develpoment are selected by Book for Mountain to review increasing interest in reading through library development projects in targeted area. Naturally seeing this as an role BFM more stages further into strategy as NGO. This research is a basic qualitative research with data collection in-depth interviews, focus group discusion, as well as literature. The results shows that as an organization for improving the existing imbalances in order to realize the fulfillment of the rights of citizens will be evenly educational facilities. BFM choose to review select autonomous relations or good waiver with the government while do the strategy. When everything like financial, organizational, and his activities walk alone and not depending on the government. The stages of the strategies undertaken through the stages of awareness until maturation movement continuity. Forms of movement is the construction of a library project, the school run, surgical library, as well as scholarship. Putting BFM itself only in a limited permission called Kulanuwun due to the reluctance to engage BFM internal bureaucracy that still considered complicated and there is a distrust towards the government. The anxiety that the government will take the interests of groups or individual in the process of cooperation relations. Therefore, BFM more focused on direct fill the void that should be filled by state. Turn on back important issues that have previously been regarded as a fairness.

Kata Kunci : Relasi NGO dengan Pemerintah, Strategi, Book for Mountain, Minat Baca

  1. S1-2016-328807-abstract.pdf  
  2. S1-2016-328807-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-328807-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-328807-title.pdf